NEWS

Moody's Sebut Perang Bisa Buat Israel Bangkrut

Beban keuangan Israel terus meningkat selama perang.

Moody's Sebut Perang Bisa Buat Israel BangkrutIlustrasi Israel-Palestina. (Doc: 123rf/luzitanija)
28 November 2023

Jakarta, FORTUNE – Lembaga pemeringkat Moody’s menyebut, serangan Israel ke kelompok Hamas di jalur Gaza sedikitnya membuat negara itu kehilangan US$269 juta atau sekitar Rp4,16 triliun (Rp15.466,29 per Dolar AS) per hari.

Institute for National Security Studies (INSS) melaporkan, perang Gaza saat ini memberikan pukulan yang lebih besar daripada konflik-konflik sebelumnya. "Kerugian keseluruhan dari perang ini bisa mencapai US$53,5 miliar (Rp827,34 triliun), hampir 10 persen dari PDB (Israel)," tulis laporan tersebut, Senin (27/11). “Mengancam masa depan ekonomi Israel.”

Moody’s mengungkapkan, gangguan ini juga akan berdampak pada sektor lain, mulai dari investasi, pasar tenaga kerja, hingga keamanan dalam negeri. “Meskipun ketidakpastian masih sangat tinggi, kami yakin dampaknya terhadap perekonomian bisa lebih parah dibandingkan konflik dan kekerasan militer sebelumnya,” ujar Wakil Presiden Senior Moody's, Kathrin Muehlbronner.

Beban berat

Aksi masyarakat bela Palestina.
Aksi masyarakat bela Palestina. (ANTARA FOTO/Rahmad)

Menurut Moody’s beban keuangan Israel akan jauh lebih tinggi dibandingkan operasi militer sebelumnya, seperti Protective Edge, pada tahun 2014 atau Perang Lebanon Kedua, pada tahun 2006 yang belangsung 34 hari. Kedua tragedi ini menimbulkan kerugian hingga US$2,5 miliar (Rp38,69 triliun) atau 1,3 persen dari PDB negara.

Menurut Moody’s, perang ini merevisi pertumbuhan Israel yang diperkirakan 3 persen menjadi 2,4 persen pada tahun ini. Sedangkan mengenai prospek 2024, Moody’ pesimistis dan melihat PDB Israel dapat terkontraksi hingga 1,5 persen.

Terus merosot

Ilustrasi bendera Israel.
Ilustrasi bendera Israel. (Pixabay/edu_castro27)

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.