Comscore Tracker
NEWS

PM Sunak Nilai G20 Bali Leaders’ Declaration Komprehensif dan Konkrit

G20 Bali Leaders’ Declaration perkuat pondasi ekonomi dunia.

PM Sunak Nilai G20 Bali Leaders’ Declaration Komprehensif dan KonkritPM Rishi Sunak di KTT G20, Bali. (ANTARAFOTO/Akbar Nugroho Gumay)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak mengapresiasi gelaran KTT G20 di Bali. Ia pun menilai, Konfernsi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berhasil menghasilkan Leaders’ Declaration bersifat substantif, komprehensif, dan berorientasi pada aksi.

Deklarasi yang dihasilkan dalam KTT G20 begitu intens mempromosikan stabilitas ekonomi di tengah berbagai tantangan global yang terjadi. “Saya rasa, ada semangat kerja sama pada pertemuan-pertemuan yang kami jalani,” ujarnya dalam keterangan pers usai KTT G20 berakhir, Rabu (16/11).

Menurutnya, G20 sebagai satu komunitas internasional sudah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pondasi ekonomi internasional, di samping menggunakan berbagai daya yang dimiliki untuk menciptakan kondisi yang bisa menumbuhkan kembali perekonomian di seluruh dunia, yang saat ini dibayangi masalah, seperti krisis energi maupun krisis pangan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Indonesia, Jokowi, atas perannya menjadi tuan rumah diskusi dan memimpin G20 di waktu yang penuh tantangan,” kata Rishi Sunak.

Apresiasi hasil konkrit

PM Inggris, Rishi Sunak.

Salah satu hasil konkrit yang menjadi perhatian Sunak adalah langkah Turki dan PBB dalam menginisiasi Black Seeds Grain Initiatives. Upaya ini adalah pembukaan jalur perdagangan pangan dari Ukraina yang tertutup akibat konflik Ukraina-Rusia. “Saya rasa ada keselarasan di antara kolega (G20) untuk memastikan kita terus memiliki pasokan, bukan hanya makanan, melainkan juga pupuk,” katanya.

Sunak menyampaikan bahwa anggota G20 punya komitmen kuat untuk saling membantu kelompok yang paling rentan dalam berbagai konflik global. “Kami mengurangi ketergantungan global terhadap bahan bakar fosil Rusia, mendukung alternatif yang lebih ‘hijau’ dan aman, mendorong masa depan lebih baik ketika tidak ada negara yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan ekonomi global,” ucapnya.

G20 Bali Leaders’ Declaration

Jokowi bersama Menlu Retno Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani, dalam keterangan pers, Rabu (16/11).

Presidensi G20 Indonesia berhasil melahirkan kesepakatan penting ‘G20 Bali Leaders’ Declaration’, yang berisi 52 paragraf dengan 1.186 halaman. Poin-poin yang terkandung di dalamnya merupakan hasil kesepakatan para pemimpin G20 dari KTT yang berlangsung selama dua hari di Bali, Indonesia.

Adapun isi dari poin tersebut mencakup permasalahan mengenai ketegangan geopolitik global, isu krisis pangan, perubahan iklim, kesehatan global, hingga transformasi digital.

Presiden Jokowi mengatakan, dari sejumlah poin-poin yang ada, salah satu yang sangat diperdebatkan adalah pernyataan sikap terhadap Perang di Ukraina. Namun, melalui diskusi yang cukup lama, para pemimpin G20 sepakat mengecam perang tersebut karena dianggap telah melanggar batas dan integritas wilayah.

“Perang ini telah mengakibatkan penderitaan masyarakat dan memperberat ekonomi global yang masih rapuh akibat pandemi yang menimbulkan risiko terhadap krisis pangan, krisis energi, dan potensi krisis finansial,” kata Jokowi dalam keterangan pers (16/11).

Capaian lain

Jokowi menyambut PM Rishi Sunak, di KTT G20, Bali Indonesia.

Jokowi juga menyampaikan sejumlah capaian konkrit lain yang dihasilkan dalam KTT G20 kali ini, antara lain terbentuknya pandemic fund yang sampai kini sudah mencapai US$1,5 miliar; serta pembentukan dan operasionalisasi resilience and sustainability trust (RST) di bawah Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar US$81,6 miliar untuk membantu negara-negara yang menghadapi krisis.

Selain itu, kata Jokowi, terkait energy transition mechanism, Indonesia memperoleh komitmen dari just energy transition partnership (JETP) sebesar US$20 miliar. “Komitmen bersama setidaknya 30 persen dari daratan dunia dan 30 persen lautan dunia dilindungi di tahun 2030. Ini sangat bagus. Dan melanjutkan komitmen mengurangi degradasi tanah sampai 50 persen tahun 2040 secara sukarela,” ucapnya.

Related Articles