Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Danantara Gandeng Perusahaan Cina Bangun PSEL di Bekasi dan Denpasar

Danantara Gandeng Perusahaan Cina Bangun PSEL di Bekasi dan Denpasar
Danantara Indonesia hari ini mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar. Melalui proses pemilihan mitra yang komprehensif dan diikuti oleh berbagai perusahaan internasional berpengalaman, Danantara Indonesia telah menetapkan Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator untuk pembangkit di Bekasi dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai operator untuk pembangkit di Denpasar. (Dok. Danantara)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Danantara Indonesia menggandeng dua perusahaan Cina.

  • Proyek ini bertujuan mempercepat pengelolaan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada TPA, serta menghasilkan energi listrik berkelanjutan.

  • Setiap mitra wajib berkolaborasi dengan BUMD dan perusahaan lokal guna mendorong transfer teknologi, memastikan tata kelola transparan, serta menjaga kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Danantara Indonesia menunjuk dua perusahaan asal Cina untuk menggarap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WtE) di Bekasi dan Denpasar. Ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus memperkuat pasokan energi bersih.

Dua korporasi yang terpilih adalah Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator pembangkit di Bekasi dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai operator pembangkit di Denpasar.

Penunjukan tersebut merupakan bagian dari program WtE/PSEL Danantara yang dijalankan selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Program ini dirancang demi memperkuat pengelolaan sampah di kawasan perkotaan, mengurangi ketergantungan pada pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus memanfaatkan limbah sebagai sumber energi listrik yang lebih berkelanjutan.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan penunjukan mitra operator tersebut menjadi langkah strategis memastikan fasilitas PSEL dapat dikelola dengan standar keandalan operasional yang tinggi.

“Kami akan terus bekerja sama erat dengan para mitra, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menghadirkan kemajuan terukur dalam pengurangan sampah dan pembangkitan energi bersih,” ujar Pandu dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).

Sejalan dengan mandat ganda yang diemban Danantara, para mitra operator asing itu diwajibkan membentuk konsorsium dengan badan usaha milik daerah (BUMD) serta perusahaan lokal Indonesia. Skema ini diharapkan dapat mendorong transfer teknologi pada sektor pengelolaan limbah sekaligus meningkatkan kapasitas industri dalam negeri.

Menurut Pandu, Danantara juga menekankan pentingnya tata kelola proyek sejak tahap awal. Proses seleksi operator dilakukan secara transparan dengan pendekatan mitigasi risiko demi memastikan keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.

Ke depan, para mitra operator diharapkan mampu menjaga kinerja operasional secara konsisten, mematuhi seluruh regulasi lingkungan yang berlaku, serta membangun keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat di sekitar proyek.

“Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat,” kata Pandu.

Danantara berharap proyek PSEL di Bekasi dan Denpasar dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pengelolaan sampah terpadu di kota-kota lain di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More