Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasar FMCG di E-commerce Indonesia Tembus Rp88,4 Triliun, Tumbuh 29,4%
ilustrasi berbelanja lewat ecommerce (unsplash.com/shoper)
  • Penjualan FMCG di e-commerce Indonesia mencapai Rp88,4 triliun pada Januari–Juni 2026, naik 29,4 persen secara tahunan, dengan nilai dan volume tumbuh di hampir seluruh kategori.
  • Homecare menjadi kategori dengan pertumbuhan tertinggi, sementara Shopee dan ShopTokopedia menguasai sekitar 99 persen penjualan FMCG; ShopTokopedia agresif di beberapa kategori, Shopee unggul di Homecare.
  • Ramadan dan Lebaran mendorong lonjakan penjualan sejumlah subkategori, sedangkan brand lama menyumbang 92–96 persen pertumbuhan nilai penjualan meski ribuan brand baru memasuki pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Pasar fast-moving consumer goods (FMCG) di kanal e-commerce Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang paruh pertama 2026. Nilai penjualan produk FMCG melalui platform perdagangan daring mencapai Rp88,4 triliun pada Januari–Juni 2026, meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat dari nilai transaksi, tetapi juga dari jumlah produk yang terjual. Data Compas.co.id menunjukkan sales value dan sales volume tumbuh secara bersamaan di hampir seluruh kategori FMCG, mengindikasikan ekspansi pasar yang ditopang oleh peningkatan permintaan sekaligus volume transaksi.

CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kondisi pasar yang lebih sehat dibandingkan pertumbuhan yang hanya berasal dari kenaikan nilai transaksi.

"Pertumbuhan bukan sekadar angka saja, tapi juga sinyal pasar sedang dalam fase ekspansi yang sehat di semua kategori, baik nilai maupun volume penjualan tumbuh bersamaan," ujar Hanindia, dalam keterangan pers, Jumat (21/8).

Pertumbuhan dalam kedua aspek ini menurutnya merefleksikan fondasi yang jauh lebih kuat dan berkelanjutan dibanding pertumbuhan yang hanya ditopang salah satu faktor saja.

Dari lima kategori yang dipantau Compas, Homecare mencatat pertumbuhan paling tinggi. Nilai penjualannya melonjak 78,3 persen secara tahunan, sementara volume penjualan meningkat 42 persen.

Pertumbuhan juga terjadi pada kategori lain. Food & Beverages mencatat kenaikan sales value 52,1 persen dengan volume tumbuh 33 persen. Healthcare tumbuh 24,4 persen dari sisi nilai dan 20 persen dari sisi volume.

Sementara itu, Beauty & Care membukukan pertumbuhan nilai 20,8 persen dan volume 12,8 persen. Adapun kategori Mom & Baby tumbuh lebih moderat, dengan nilai penjualan naik 18,7 persen dan volume 3,6 persen.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan pasar tidak hanya berasal dari kenaikan harga atau pergeseran konsumen ke produk bernilai lebih tinggi. Peningkatan volume di seluruh kategori juga mengindikasikan bertambahnya aktivitas pembelian FMCG melalui kanal daring.

Dua marketplace kuasai 99 persen penjualan

Dok. Compas
Dok. Compas

Di sisi kanal distribusi, pasar FMCG e-commerce semakin terkonsentrasi pada dua platform. Compas mencatat Shopee dan ShopTokopedia secara bersama-sama menguasai sekitar 99 persen penjualan FMCG di setiap kategori pada Semester I 2026.

Meski memiliki pangsa pasar yang sama-sama dominan, laju pertumbuhan kedua platform berbeda menurut kategori. ShopTokopedia menjadi platform dengan pertumbuhan Official Store paling agresif di kategori Beauty, Food & Beverages, Healthcare, serta Mom & Baby.

Sebaliknya, Shopee kembali memperkuat posisinya di Homecare. Pangsa platform tersebut mencapai 69 persen pada Semester I 2026, meningkat delapan poin persentase dalam satu semester.

"Pasar sudah terkonsolidasi ke dua platform, tapi keduanya tidak bisa diperlakukan dengan strategi yang sama. Perilaku volume transaksi, dominasi seller, dan momentum pertumbuhan di Shopee dan ShopTokopedia berbeda secara signifikan per kategori. Brand yang ingin tumbuh di Semester 2 2026 perlu memiliki pendekatan yang berbeda untuk masing-masing platform," kata Hanindia.

Konsentrasi tersebut membuat persaingan brand tidak lagi hanya berkaitan dengan perebutan konsumen, tetapi juga strategi distribusi di masing-masing marketplace. Perbedaan karakter platform membuat brand perlu menyesuaikan strategi penjualan berdasarkan kategori dan kanal yang digunakan.

Faktor musiman turut memberikan dorongan terhadap sejumlah kategori selama enam bulan pertama 2026. Ramadan dan Lebaran yang berlangsung pada kuartal pertama menjadi salah satu momentum utama peningkatan volume penjualan FMCG di e-commerce.

Di kategori Food & Beverages, misalnya, Mineral Water mencatat pertumbuhan nilai penjualan hingga 219 persen secara tahunan. Setelahnya terdapat Cooking Oil yang tumbuh 123 persen dan Candy sebesar 121 persen.

Pola serupa terlihat di kategori Beauty. Produk Nail Polish mencatat pertumbuhan nilai 119 persen, disusul Setting Spray 85 persen dan Eyeshadow 77 persen.

Sementara di Healthcare, Eye Care mencatat pertumbuhan nilai 91 persen. Pada kategori Mom & Baby, pertumbuhan tertinggi berasal dari Baby Sun Care sebesar 50 persen dan Baby Cologne 46 persen. Adapun di Homecare, Insecticide menjadi subkategori dengan pertumbuhan tertinggi di seluruh FMCG, yakni 162 persen.

"Seperti tren di tahun-tahun sebelumnya, penjualan FMCG di e-commerce Indonesia meningkat tajam pada periode Ramadan dan Lebaran dan menjadi titik penjualan tertinggi dibandingkan periode lainnya. Brand FMCG dapat meningkatkan performa-nya dengan cara memahami pola ini dan masuk dengan timing dan produk yang tepat," kata Hanindia.

Di tengah pertumbuhan pasar, pemain lama masih menjadi penopang utama kenaikan nilai penjualan. Compas mencatat existing brand menyumbang sekitar 92–96 persen dari total pertumbuhan nilai penjualan pada lima kategori FMCG selama Semester I 2026.

Dominasi tersebut tetap terjadi meski ribuan brand baru masuk ke pasar setiap semester. Di kategori Beauty & Care, misalnya, sebanyak 4.219 brand baru masuk. Namun, kontribusinya terhadap tambahan penjualan hanya sekitar Rp0,6 triliun dari total pertumbuhan Rp7,4 triliun.

Kondisi serupa terlihat di Homecare. Sebanyak 1.730 brand baru masuk ke kategori tersebut, tetapi hanya menghasilkan tambahan penjualan sekitar Rp0,1 triliun dari total pertumbuhan Rp2 triliun.

Meski kontribusi brand baru terhadap pertumbuhan masih terbatas, persaingan di dalam pasar justru semakin dinamis. Sejumlah pendatang baru mampu meningkatkan posisi secara signifikan, sementara sebagian brand yang sebelumnya berada di posisi kuat mulai kehilangan momentum.

Dengan nilai pasar yang telah mencapai Rp88,4 triliun hanya dalam enam bulan, kanal e-commerce semakin menjadi bagian penting dari distribusi FMCG di Indonesia. Pertumbuhan nilai dan volume yang berjalan beriringan juga menunjukkan bahwa ekspansi pasar tidak hanya ditopang oleh kenaikan nilai transaksi, tetapi turut mencerminkan peningkatan aktivitas pembelian konsumen.

Laporan FMCG E-commerce Market Insight Semester 1 2026 Compas mencakup kategori Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare. Data dihimpun dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli untuk periode Januari–Juni 2026.

Dok. Compas

Editorial Team

Related Article