Comscore Tracker
NEWS

Bulog Jamin Ketersedian Beras Kendati Permintaan Meningkat

Stok cadangan beras Bulog saat ini 1 juta ton.

Bulog Jamin Ketersedian Beras Kendati Permintaan MeningkatStok beras di gudang Bulog di Padang, Sumatra Barat. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Perum Bulog menjaga pasokan beras selama libur Lebaran. Pihaknya juga memastikan mampu menghadapi kebutuhan lonjakan beras sehingga harga beras tetap stabil hingga kini.

Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita, mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras dan kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab Bulog. Hal ini untuk menjamin ketersedian di masyarakat selama libur Lebaran.

“Tidak ada masalah, Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat walau ada sedikit lonjakan permintaan. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut,” kata Febby dalam pernyataannya, Senin (9/5).

Bulog juga memastikan seluruh jaringan yang bekerja sama sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun offline, juga outlet-outlet milik Perum Bulog seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern yang ada.

“Bulog sendiri juga sudah memiliki sistem penjualan secara online yaitu IPANGANANDOTCOM yang akan memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pembelian kebutuhan pangan yang dibutuhkan masyarakat,” kata Febby.

Cadangan beras BULOG terjaga

Hingga saat ini jumlah stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog seluruh Indonesia kurang lebih 1 juta ton. Itu merupakan batas aman sesuai penugasan pemerintah, yaitu 1 juta–1,5 juta ton.

“Untuk pendistribusian juga tidak ada masalah, karena Bulog termasuk cakupan sektor kritikal industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Jadi, untuk pendistribusian tidak ada pembatasan,” kata Febby.

Ada tugas baru untuk Bulog

Selain menjamin ketersediaan beras, Bulog saat ini mendapatkan tugas untuk mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi. Perusahaan pun tengah mempersiapkan kebutuhan modal kerja melalui kredit perbankan untuk kebutuhan pembelian minyak goreng curah bersubsidi dari para produsen.

Sekretaris Perusahaan Bulog, Awaluddin Iqbal, mengatakan perbankan juga sudah siap memberikan pinjaman kepada Bulog untuk keperluan modal kerja minyak goreng. Hanya saja, ia belum memerinci berapa modal kerja yang akan disiapkan Bulog serta bunga pinjaman kredit yang akan disepakati bersama perbankan.

“Sudah ada pembicaraan secara teknis dengan perbankan, bagaimana terkait pembayaran purchase order (PO) ke pabrik, dan pendistribusiannya,” kata dia, Minggu (9/5).

Related Topics

Related Articles