NEWS

Ganjar Andalkan Korporatisasi Pertanian untuk Kemandirian Pangan

Visinya adalah pertanian dikelola anak muda.

Ganjar Andalkan Korporatisasi Pertanian untuk Kemandirian PanganCapres nomor urut tiga Ganjar Pranowo menyampaikan visi misinya dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
11 January 2024

Jakarta, FORTUNE – Calon Presiden (Capres) Nomor 3, Ganjar Pranowo, menawarkan penerapan korporatisasi dan modernisasi teknologi pertanian untuk menggapai kemandirian pangan via konsolidasi lahan dan penggunaan alat modern dalam pertanian jika dia terpilih sebagai presiden. 

“Dulu pernah uji coba Sukoharjo. Dalam 100 hektare, satu hamparan diolah menggunakan teknologi modern, mulai dari penggunaan traktor untuk melakukan penanaman, dan bisa dilakukan perecepatan dibandingkan menanam secara manual,” kata Ganjar saat Dialog Ekonomi Capres bersama Kadin yang disiarkan secara nasional, Kamis (11/1).

Petani yang mempunyai area lahan kecil, kata Ganjar, akan diajak untuk bergabung dalam pertanian modern.

Nantinya, sistem pertanian tersebut dikelola oleh anak muda yang telah beroleh pelatihan dan teknologi pertanian. Sementara kaum lanjut usia yang sudah tidak bertani, kata Ganjar, akan melakukan hal lain seperti beternak atau berdagang. 

Dia mengakui tidak semua anak muda mau mengelola pertanian, tapi ada juga yang mempunyai minat besar terhadap ini. Oleh karena itu, anak muda perlu mendapat insentif dalam bidang pertanian.

“Kalau anak muda yang ideologis ini kami kasih pelatihan dan teknologi, dan mudahkan bibit. Ada kementerian, BRIN, dan perusahaan swasta yang dapat menyediakan itu,” ujarnya.

Dia meyakini modernisasi merupakan sebuah jawaban untuk mengatasi kelangkaan pangan. Dengan strategi tersebut, dia optimistis dapat meningkatkan derajat petani dan membangun kemandirian pangan.

“Kalau tanpa itu, kita [akan mengerjakannya secara] manual terus,” katanya.

Andalkan impor untuk jaga stok pangan

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.