Comscore Tracker
NEWS

Pariwisata Bali Mulai Menggeliat, Sandiaga: Itu Pertanda Baik

Wisatawan diimbau jalankan protokol kesehatan.

Pariwisata Bali Mulai Menggeliat, Sandiaga: Itu Pertanda BaikMenparekraf, Sandiaga Uno. (ShutterStock_msyaraafiq)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE – Kegiatan perekonomian Bali mulai menggeliat setelah mengalami kontraksi akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, sektor pariwisata kembali menunjukkan aktivitas meski masih terbatas.

“Saya menilai ini suatu pertanda baik ya. Bahwa sektor parekraf di Bali kini mulai menggeliat kembali,” kata dia saat dalam keterangannya, Senin (13/9).

Penanganan Covid-19 terus mengalami perbaikan yang ditandai dengan terus menurunnya jumlah daerah yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.  Untuk daerah Provinsi Bali pada periode sebelumnya berada pada Level 4, di periode 6-13 September berhasil turun menjadi Level 3, yang menandakan sektor pariwisata boleh dibuka secara terbatas.

Namun demikian, Sandiaga mengimbau kepada seluruh wisatawan nusantara dan para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif khususnya di Bali untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

1. Pemulihan pariwisata dengan vaksinasi

 Menurut Sandi, kunci pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah vaksinasi. “Jadi saya mengajak masyarakat yang belum menerima vaksinasi untuk segera menyerbu sentra-sentra vaksinasi yang ada di sekitar kita. Karena dengan vaksinasi, kita bisa membentuk herd immunity,” ujarnya.

Kendati tren kegiatan sektor pariwisata telah bergerak ke arah positif, Sandiaga menyatakan pemerintah belum berencana membuka Bali secara penuh, khususnya bagi pelancong asing. Pintu masuk wisatawan asing akan beroperasi bila angka penularan Covid-19 dapat ditekan.

Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sandiaga menyebut per 12 September, terdapat 152 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Bali. Pemerintah masih berupaya menurunkan angka tersebut.

2. Persiapan uji coba 20 destinasi wisata di Jawa

Selain itu, Persiapan uji coba pembukaan kembali tempat wisata di daerah PPKM level 3 ke bawah, juga akan berlangsung di 20 titik destinasi wisata di Pulau Jawa. Terkait persiapan uji coba, Kemenparekraf telah menggelar rapat koordinasi bersama pihak- pihak terkait. “Seperti Kemenkomarves, Kementerian Kesehatan, juga industri serta pemerintah daerah pada pekan kemarin,” ujar Sandi.

Dalam pertemuan tersebut, Sandi menyampaikan ada berbagai persyaratan serta hal-hal yang harus dilakukan pengelola tempat wisata dalam uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tempat wisata.

Melalui kegiatan, ia berharap pengelola destinasi wisata yang ditunjuk dalam uji coba benar-benar dapat memahami hal-hal teknis yang harus dipersiapkan. Seperti bagaimana mendapatkan QR Code untuk dapat dipindai pengunjung, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, dan lainnya.

3. Daftar 20 destinasi wisata yang diuji cobakan

Adapun 20 lokasi wisata yang akan dilakukan uji coba diantaranya :

  • Untuk wilayah DKI Jakarta yakni Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Kampung Budaya Betawi Setu Babakan.
  • Untuk wilayah Jawa Barat adalah Taman Safari Indonesia, The Lodge Maribaya, Glamping Lake Rancabali, Kawah Putih, Jbound, dan Saung Mang Udjo.
  • Sementara untuk Jawa Tengah dan DIY adalah Grand Maerakaca Taman Mini, TWC Borobudur, TWC Prambanan, Taman Satwa Taru Jurug, Taman Tebing Breksi, Gembira Loka Zoo, dan Hutan Pinussari Mangunan.
  • Untuk Jawa Timur adalah Taman Rekreasi Selecta, Jatim Park 2, Hawai Group, serta Maharani Zoo dan Gua.

Related Articles