Comscore Tracker
NEWS

Pembangunan Proyek LRT Jabodebek Adhi Karya (ADHI) Sudah Capai 90%

LRT Jabodebek ditargetkan beroperasi pada Agustus 2022.

Pembangunan Proyek LRT Jabodebek Adhi Karya (ADHI) Sudah Capai 90%Tampilan LRT Jabodebek. (Dok. PT KAI)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - PT Adhi Karya (Persero) Tbk melaporkan progres keseluruhan pembangunan LRT Jabodebek hingga 25 Februari 2022 telah mencapai 90 persen. Capaian tersebut mencakup 94,5 persen untuk LRT lintas pelayanan Cawang-Cibubur, 89,1 persen untuk lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas, dan 92,9 persen untuk lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur.

Corporate Secretary Adhi Karya, Farid Budiyanto, optimistis pembangunan LRT Jabodebek dapat diselesaikan sesuai target. PT KAI (Persero) rencananya akan mulai mengoperasikan moda transportasi layang tersebut pada Agustus 2022.

"Kami terus memastikan penyelesaian tahap akhir pembangunan LRT Jabodebek sesuai rencana," kata Farid dalam keterangan tertulis, Kamis (10/3).

Kredit sindikasi perbankan dari Bank Mandiri, BNI, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Utara, dan BPD Papua jadi pendukung pembiayaan pembangunan Kawasan Depo dan Stasiun LRT Jabodebek.

"Hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja pada proses pembangunan, tetapi juga dukungan dari proses pembiayaan," ujarnya.

Pembangunan Depo mencapai 72,5 persen

Farid mengatakan progres pembangunan fisik fasilitas Depo telah mencapai 72,5 persen, dengan maneuver track dan transfer track dan gedung pengendali utama (OCC) yang telah selesai dikerjakan, dan telah siap diserahterimakan untuk persiapan operasi.

Tahapan berikutnya adalah kegiatan memarkirkan kereta-kereta LRTJabodebek di kawasan Depo. Farid mengatakan pembangunan fasilitas Depo menyisakan tahap penyelesaian pembangunan gedung light maintenanceheavy maintenance, dan stabling building.

"Pekerjaan stasiun LRT Jabodebek sedang dalam proses penyelesaian pekerjaan interior, fasilitas ticketing, hingga mekanikal, elektrikal, dan persinyalan di tiap stasiun," katanya.

Adhi Karya juga tengah berproses dalam beberapa kegiatan uji coba seluruh rangkaian kereta di 3 lintas pelayanan. "Kereta-kereta tersebut tengah menjalani proses testing dan commissioning untuk persinyalan kereta di semua titik lintas pelayanan dan di setiap titik stasiun," ujarnya.

Persiapan sebelum beroperasi

Total pendanaan yang dibutuhkan untuk membangun sarana dan prasarana LRT Jabodebek adalah Rp23 triliun. 

Pada saat tinjauannya ke lokasi, melalui keterangan tertulis Jumat (25/2), Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan akan menggelar uji coba LRT Jabodebek pada pertengahan Maret 2022. Lintas pelayanan LRT yang akan dites pertama kali adalah Cawang-Cibubur. Selain itu, lintas pelayanan lain yang akan dites adalah Cawang-Dukuh Atas dan Cawang-Bekasi Timur.

Kemudian, pengetesan lintas pelayanan 2 atau Cawang-Dukuh Atas akan dilaksanakan pada April, dan lintas pelayanan 3 yakni Cawang-Bekasi Timur dilakukan pada Mei 2022. Dengan menggunakan LRT Jabodebek, perjalanan masing-masing rute diperkirakan akan semakin cepat. Dengan LRT, rute Cibubur-Dukuh Atas hanya akan ditempuh 39 menit, sedangkan rute Bekasi Timur-Dukuh Atas hanya ditempuh 45 menit.

Perkiraan tarif LRT Jabodebek

Perusahaan mengajukan tarif progresif kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sistem tersebut bergantung kepada jarak tempuh. Diperkirakan besarannya nanti adalah Rp15.000 secara rata-rata.

Tarif tertinggi diperkirakan bisa mencapai Rp24.000. Namun, perlu diketahui, tarif ini belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah.

Related Articles