NEWS

Pesan Syahrul Yasin Limpo ke Presiden Jokowi Usai Ditetapkan Tersangka

Eks menteri itu mengucapkan terima kasih.

Pesan Syahrul Yasin Limpo ke Presiden Jokowi Usai Ditetapkan TersangkaPresiden Joko Widodo (kanan) menerima mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu malam (8/10). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
09 October 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menemui Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembicaraan tentang sejumlah hal i Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (8/10).

Sebuah keterangan tertulis menyebutkan dia berpamitan sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi karena harus keluar dari kabinet. 

Dia juga menyampaikan terima kasih telah ditunjuk sebagai salah satu menteri Jokowi.

“Saya anggap itu kepercayaan dan tugas yang harus saya jalankan sebaik-baiknya untuk mengurus pertanian di republik ini agar lebih bermanfaat bagi rakyat Indonesia,” kata dia.

Surat pengunduran diri dari jabatan Menteri Pertanian telah dia sampaikan kepada Presiden Jokowi pada Kamis (5/10), setelah dia ketahuan terlibat dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian. Politikus dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu dituding melakukan pemerasan dalam jabatan, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di kementeriannya.

Selama menjadi Menteri Pertanian sejak 2019, Syahrul mengaku mendapatkan berbagai macam perhargaan dalam bidang pertanian dan pangan, yang, menurut klaimnya, ditujukan untuk Presiden Jokowi.

“Demikian juga dengan kinerja sebagai menteri. Jika itu berhasil, maka itu adalah prestasi Bapak Presiden,” ujarnya.

Akan menyampaikan pembelaan

Dalam pertemuan itu Syahrul mengatakan akan menghadapi proses hukum secara kooperatif, dan menyatakan akan bertanggung jawab secara pribadi atas kasus hukum yang menerpanya.

Kendati demikian, dia juga mengatakan bahwa pihak tertuduh perlu menyampaikan pembelaan sebaik-baiknya. “Hal tersebut akan saya lakukan yang tentu saja dengan penghormatan terhadap hukum yang berlaku,” ujar Syahrul.

Jokowi menunjuk Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertanian pada Jumat (6/10). Dia menyatakan penunjukan Arief tersebut terjadi karena Bapanas selalu bersinggungan dengan pengelolaan kebutuhan pokok masyarakat. 

Syahrul sempat hilang kontak

Sebelumnya, Syahrul sempat dikabarkan hilang kontak setelah rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra, Jakarta, digeledah oleh para penyidik dari KPK pada akhir September lalu, demikian diungkap Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi.

Dalam penggeledahan tersebut, KPK menemukan sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing senilai puluhan miliar rupiah. Untuk memastikan jumlahnya, KPK membawa alat hitung uang.

Selama penggeledahan, KPK juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus korupsi di Kementerian Pertanian, termasuk 12 senjata api.

Saat penggeledahan, Syahrul tengah melakukan lawatan kerja di sejumlah negara Eropa seperti Italia dan Spanyol sejak 24 September. 

Setelah diberitakan seperti itu, Syahrul ternyata telah pulang ke Indonesia pada Rabu (4/10). Informasi itu terbit setelah foto yang menangkap kedatangannya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta tersebar luas.


 

Related Topics