BPS mencatat Pulau Jawa masih menjadi pusat ekonomi Indonesia. Pada triwulan II-2026, Jawa menyumbang 56,47 persen terhadap PDB nasional dan tumbuh 5,65 persen secara tahunan.
Sumatera menyumbang 22,50 persen dengan pertumbuhan 5,06 persen. Kalimantan berkontribusi 8,15 persen dan tumbuh 4,10 persen, sedangkan ekonomi Sulawesi tumbuh 5,53 persen.
Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan wilayah tertinggi sebesar 6,10 persen. Sementara itu, Maluku dan Papua tumbuh 1,36 persen dengan kontribusi 2,76 persen terhadap perekonomian nasional.
Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen. Ekspor dan impor masing-masing meningkat 4,13 persen dan 8,82 persen secara tahunan.
Secara kumulatif, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026 dibandingkan semester I-2025. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen. Sementara itu, konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62 persen.
Berapa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026? | Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy). |
Berapa nilai PDB Indonesia pada triwulan II-2026? | PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun. |
Komponen pengeluaran apa yang tumbuh paling tinggi? | Konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen secara tahunan. |
Wilayah mana yang memberi kontribusi terbesar terhadap ekonomi nasional? | Pulau Jawa dengan kontribusi 56,47 persen terhadap PDB nasional. |