Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Elektrifikasi Jalur KAI Dorong Lonjakan Mobilitas dan Efisiensi Emisi
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat penguatan layanan transportasi publik melalui elektrifikasi jalur di kawasan urban dan wilayah penyangga seperti Rangkasbitung, Bogor, hingga Cikarang. (dok. PT KAI)
  • KAI mempercepat elektrifikasi jalur di kawasan urban seperti Rangkasbitung, Bogor, dan Cikarang untuk memperkuat layanan transportasi publik sesuai arah pembangunan nasional.
  • Lonjakan pengguna KRL dan KA lokal terjadi signifikan di tiga lintas utama antara 2022–2026, mencerminkan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah penyangga.
  • Elektrifikasi jalur meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menekan emisi hingga 8,64 juta ton CO2e, dengan rencana ekspansi ke Merak, Sukabumi, dan Cikampek guna memperluas konektivitas ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat elektrifikasi jalur kereta di kawasan urban dan wilayah penyangga untuk meningkatkan mobilitas masyarakat serta efisiensi emisi karbon.
  • Who?
    PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dengan dukungan pemerintah dan pernyataan dari Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
  • Where?
    Pekerjaan elektrifikasi dilakukan di lintas Rangkasbitung, Bogor, dan Cikarang, termasuk penguatan simpul integrasi seperti Stasiun Manggarai serta rencana perluasan ke Merak, Sukabumi, dan Cikampek.
  • When?
    Program berlangsung sejak 2022 hingga triwulan I tahun 2026, dengan momentum penting saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada November 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.
  • Why?
    Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat seiring ekspansi kawasan hunian dan industri serta menekan emisi karbon melalui sistem transportasi berbasis listrik.
  • How?
    Peningkatan dilakukan lewat pembangunan jalur ganda, optimalisasi headway perjalanan, peningkatan frekuensi layanan KRL dan KA lokal, serta penerapan sistem operasi listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat penguatan layanan transportasi publik melalui elektrifikasi jalur di kawasan urban dan wilayah penyangga seperti Rangkasbitung, Bogor, hingga Cikarang. Langkah ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan sektor perkeretaapian sebagai tulang punggung mobilitas massal, sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada November 2025.

Seiring ekspansi kawasan hunian, industri, dan aktivitas ekonomi, kebutuhan mobilitas masyarakat menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Data KAI mencerminkan lonjakan signifikan di sejumlah lintas utama. Di Rangkasbitung, volume pengguna KRL naik dari 43,3 juta pada 2022 menjadi 77,5 juta pada 2025, sementara pada kuartal I 2026 telah mencapai lebih dari 20,1 juta pengguna. Tren serupa juga terlihat pada layanan KA lokal Rangkasbitung–Merak yang terus bertumbuh dalam tiga tahun terakhir.

Lonjakan lebih besar tercatat di lintas Bogor, dengan jumlah pengguna KRL meningkat dari 102 juta pada 2022 menjadi 155 juta pada 2025. Hingga triwulan I 2026, angkanya telah menyentuh 38,2 juta pengguna. Sementara itu, layanan KA Pangrango pada lintas Bogor–Sukabumi juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan penumpang yang stabil sejak 2023.

Di sisi lain, lintas Cikarang mencatat pertumbuhan dari 55,6 juta pengguna pada 2022 menjadi 85,9 juta pada 2025, dengan capaian 21,7 juta pengguna pada kuartal I 2026. Lintas ini turut ditopang layanan KA lokal seperti Jatiluhur dan Walahar yang menghubungkan kawasan industri hingga Purwakarta.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai tren ini mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat yang semakin dinamis dan meluas.

“Pergerakan masyarakat semakin meluas. Angka-angka ini menunjukkan kebutuhan layanan yang terus berkembang mengikuti aktivitas di berbagai wilayah,” ujar Anne.

Perkuat kapasitas layanan dan tekan emisi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat penguatan layanan transportasi publik melalui elektrifikasi jalur di kawasan urban dan wilayah penyangga seperti Rangkasbitung, Bogor, hingga Cikarang. (dok. PT KAI)

Elektrifikasi jalur yang terus dikembangkan membuka ruang peningkatan kualitas layanan, mulai dari frekuensi perjalanan yang lebih tinggi, kapasitas angkut yang lebih besar, hingga fleksibilitas operasional. Upaya ini dijalankan melalui kolaborasi KAI dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, termasuk pembangunan jalur ganda, penguatan simpul integrasi seperti Manggarai, serta optimalisasi headway perjalanan.

Selain meningkatkan kapasitas, elektrifikasi juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi emisi. Pada lintas Rangkasbitung, efisiensi emisi tercatat sekitar 2,69 hingga 2,83 juta ton CO2e. Lintas Bogor mencatat efisiensi sebesar 4,16 hingga 4,37 juta ton CO2e, sementara lintas Cikarang mencapai 1,37 hingga 1,44 juta ton CO2e. Secara keseluruhan, ketiga lintas tersebut menghasilkan efisiensi emisi sekitar 8,22 hingga 8,64 juta ton CO2e.

Ke depan, pengembangan jaringan akan terus diperluas mengikuti pertumbuhan permintaan. Lintas Rangkasbitung berpotensi diperpanjang hingga Merak, lintas Bogor ke Sukabumi, serta lintas Cikarang ke arah Cikampek. Ekspansi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga membuka peluang terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah penyangga.

“Pengembangan ini kami lanjutkan secara bertahap agar layanan bisa terus mengikuti kebutuhan masyarakat. Harapannya, perjalanan menjadi lebih mudah dijangkau, semakin nyaman, dan turut mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah,” tutup Anne. (WEB)

Editorial Team