Comscore Tracker
NEWS

BI Sebut Penyesuaian GWM Serap Likuiditas Rp219 Triliun

Penyaluran kredit diklaim tetap alami perbaikan.

BI Sebut Penyesuaian GWM Serap Likuiditas Rp219 TriliunRapat Dewan Gubernur BI Periode Juni 2022

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengarakan penyesuaian bertahap giro wajib minimum (GWM) rupiah dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret sampai 15 Juli 2022 telah menyerap likuiditas perbankan sekitar Rp219 triliun.

"Penyerapan likuiditas tersebut tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian surat berharga negara (SBN) untuk pembiayaan APBN," ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur bulan Juli 2022, Kamis (21/7).

Dengan demikian, menurut Perry, secara keseluruhan normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan GWM rupiah secara bertahap dan pemberian insentif GWM berlangsung tanpa mengganggu kondisi likuiditas dan intermediasi perbankan.

Perry mengungkapkan penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan kepada dunia usaha terus menunjukkan pemulihan dengan kecukupan likuiditas yang terjaga.

Pada Juni 2022, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih tinggi mencapai 29,99 persen, sehingga tetap mendukung kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit.

Sementara itu, dalam rangka pelaksanaan kesepakatan bersama BI dan Kementerian Keuangan, bank sentral sejak 1 Januari hingga 20 Juli 2022 melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sebesar Rp56,11 triliun.

"Langkah ini sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional serta pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19," tambahnya.

Suku bunga perbankan alami tren penurunan

Selain itu, ia menyampaikan likuiditas perekonomian juga tetap longgar pada Juni 2022, yang tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 16,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) dan 10,64 persen (yoy).

Kemudian, suku bunga perbankan terus menunjukkan penurunan sejalan dengan tren perbaikan persepsi risiko. Di pasar uang, suku bunga IndONIA pada Juni 2022 stabil sebesar 2,80 persen dibandingkan dengan Juni 2021.

Di pasar dana, suku bunga deposito 1 bulan perbankan turun sebesar 69 bps sejak Juni 2021 menjadi 2,81 persen pada Juni 2022. Di pasar kredit, suku bunga kredit menunjukkan penurunan 58 bps pada periode yang sama menjadi 8,94 persen, di tengah membaiknya persepsi risiko perbankan.

Bank Indonesia memandang peran perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan, termasuk melalui penurunan suku bunga kredit, dapat ditingkatkan guna makin mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Related Articles