AS-Iran Saling Ancam Serangan, Ini Dampaknya ke Ekonomi RI

- Ketegangan AS-Iran mempengaruhi perekonomian RI, terutama pasokan minyak global.
- Kenaikan harga minyak dunia berdampak pada tagihan impor energi Indonesia dan tekanan terhadap rupiah.
- Melemahnya ekonomi dunia dapat merembet ke inflasi, APBN, dan daya beli di Indonesia.
Jakarta, FORTUNE – Ketegangan politik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas setelah Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan ancaman akan menyerang Iran bila menembak demonstrasi terkait inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam mata uang rial Iran.
Sebelumnya, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian juga menuduh AS dan Israel yang berupaya ikut campur menebar kekacauan dan ketidakstabilan di negaranya. Iran juga mengancam akan menyerang berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah bila Trump melancarkan serangan. Kondisi ini tentu turut memuat kekhawatiran dunia.
Ekonom & Pakar Kebijakan Publik, UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menilai kondisi ini bisa berdampak ke perekonomian dunia hingga Indonesia. Salah satunya ialah terganggunya pasokan minyak global.
“Gangguan terhadap ekspor Iran bukan hanya cerita tentang berkurangnya pasokan global, tetapi juga cerita tentang bagaimana importir besar menata ulang sumber pasokannya secara cepat, biasanya dengan membayar lebih mahal,” kata Achmad melalui keterangan tertulis di Jakarta (15/1)
Di sisi lain, lanjut Achmad, dampak kenaikan harga minyak ke ekonomi Indonesia juga menjadi ujian ganda. Sebab, ketika harga minyak dunia naik, tagihan impor energi dalam negeri membengkak, harga BBM berpotensi naik dan tekanan terhadap rupiah juga meningkat. Hal ini juga dapat menggerus cadangan devisa Indonesia.
Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar US$156,5 miliar, meningkat bila dibandingkan dengan posisi pada akhir November 2025 sebesar US$150,1 miliar.
Selain itu, dampak tidak langsung lainnya yang dirasakan Indonesia adalah melemahnya ekonomi dunia yang merembet ke inflasi, APBN, hingga menurunnya daya beli. Untuk itu, dirinya berharap Pemerintah dapat mewaspadai lebih awal terkait dampak tersebut.


















