Bahlil: Stok BBM Indonesia Aman 20 Hari, Apa Antisipasi Pemerintah?

Stok BBM Indonesia dipastikan aman untuk kebutuhan sekitar 20 hari.
Indonesia masih mengimpor 1 juta barel minyak per hari sehingga rentan terhadap gangguan global.
Kenaikan harga minyak berpotensi menambah beban APBN melalui subsidi dan kompensasi energi.
Jakarta, FORTUNE — Pemerintah memastikan stok BBM Indonesia dalam kondisi aman di tengah penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan ketahanan pasokan bahan bakar minyak nasional masih mencukupi untuk kebutuhan sekitar 20 hari.
"Masih cukup 20 hari," ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang berdampak pada distribusi energi global.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis dengan sekitar 20 persen pasokan energi dunia melintas di kawasan tersebut, sehingga gangguan di area ini langsung memengaruhi harga minyak mentah internasional.
Harga minyak naik, pemerintah siapkan rapat mitigasi
Data pasar terkini menunjukkan harga minyak mentah Brent mencapai 78,91 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di level 72,23 dolar AS per barel. Sejumlah analis memperkirakan harga berpotensi bergerak ke kisaran 80–100 dolar AS per barel apabila ketegangan berlanjut.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memproyeksikan harga minyak mentah dunia berpotensi menembus 100 hingga 120 dolar AS per barel. Ia juga menilai gangguan di Selat Hormuz dapat memengaruhi sekitar 20 persen pasokan minyak global serta meningkatkan risiko distribusi akibat kendala keamanan dan asuransi kapal.
Menanggapi situasi tersebut, Bahlil menyampaikan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) untuk membahas dampak dan langkah antisipasi.
"Nanti besok Insyaallah saya rapat di ESDM, kami akan rapat Dewan Energi Nasional," ujar Bahlil.
Ia menambahkan hasil analisis DEN akan menjadi dasar penentuan kebijakan lanjutan terkait pengamanan pasokan energi nasional.
Impor 1 juta barel per hari jadi perhatian
Presiden Prabowo Subianto memanggil Bahlil ke Istana Kepresidenan untuk membahas kondisi geopolitik terkini, termasuk ancaman terhadap jalur distribusi minyak global. Indonesia saat ini masih mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari.
"Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day," ujar Bahlil.
Ketergantungan pada impor membuat stabilitas pasokan menjadi prioritas pemerintah. Laporan internasional menyebut kapal-kapal komersial di kawasan Teluk menerima peringatan melalui radio frekuensi tinggi dari Garda Revolusi Iran (IRGC) terkait pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Gangguan tersebut mendorong sebagian kapal menunda pelayaran atau mengalihkan rute.
Kondisi ini meningkatkan risiko keterlambatan pengiriman serta kenaikan biaya logistik dan asuransi, yang dapat memengaruhi biaya impor minyak bagi negara net importir seperti Indonesia.
Dampak fiskal dan subsidi energi dari penutupan Selat Hormuz
Kenaikan harga minyak berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam simulasi APBN 2026, setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS per barel di atas asumsi dasar dapat meningkatkan belanja negara sekitar Rp10,3 triliun.
Dengan proyeksi harga di kisaran 100–120 dolar AS per barel, tambahan beban fiskal dapat signifikan, mencakup subsidi BBM, kompensasi kepada Pertamina, serta subsidi listrik.
Meski demikian, Bahlil menyatakan hingga saat ini belum terdapat masalah terhadap alokasi subsidi energi.
"Sampai hari ini gak ada masalah, tapi kan harga dunia akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah," tuturnya.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga global dan dampaknya terhadap fiskal serta pasokan domestik.
Penutupan Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak menempatkan ketahanan energi sebagai isu strategis. Pemerintah memastikan stok BBM Indonesia saat ini masih mencukupi 20 hari, sembari menyiapkan langkah mitigasi melalui koordinasi lintas lembaga untuk menjaga stabilitas pasokan dan fiskal di tengah dinamika pasar energi global.
FAQ seputar stok BBM Indonesia
| Berapa lama stok BBM Indonesia saat ini? | Stok BBM nasional dipastikan cukup untuk sekitar 20 hari. |
| Berapa impor minyak Indonesia per hari? | Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari. |
| Apa dampak kenaikan harga minyak bagi APBN? | Setiap kenaikan 1 dolar AS per barel di atas asumsi dapat menambah belanja negara sekitar Rp10,3 triliun. |


















