Pertamina Proyeksi Konsumsi Bensin Naik 12 Persen dan LPG 4 Persen

Kenaikan diproyeksi terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada berbagai moda transportasi.
Ketersediaan pasokan energi akan dijaga.
Pertamina memperkuat stok BBM nasional hingga rata-rata 21–23 hari.
Jakarta, FORTUNE - PT Pertamina (Persero) memproyeksikan lonjakan signifikan konsumsi energi selama masa Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Dalam periode mudik mendatang, kebutuhan bensin diperkirakan meningkat 12 persen, sementara konsumsi LPG naik 4 persen.
Kenaikan juga diprediksi terjadi pada avtur, yang mencapai 2,8 persen, seiring tingginya mobilitas masyarakat.
Proyeksi tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam rapat koordinasi lintas sektor perayaan Idulfitri 1447 H yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Jakarta pada 2 Maret 2026. Acara ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta berbagai lembaga terkait.
Simon mengatakan Pertamina, melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026, siap bekerja penuh untuk mengawal perjalanan mudik masyarakat.
Seluruh fasilitas operasional, mulai dari depot hingga SPBU, akan beroperasi 24 jam demi memastikan ketersediaan BBM, LPG, dan avtur tetap aman di tengah lonjakan aktivitas perjalanan.
“Fokus utama kami adalah memberikan ketenangan bagi masyarakat. Seluruh fasilitas operasional Pertamina akan bekerja 24 jam untuk menjamin ketersediaan energi tetap terjaga,” kata dia dalam keterangan resmi, Selasa (3/3).
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, Pertamina telah meningkatkan ketahanan stok BBM nasional pada level rata-rata 21–23 hari per 1 Maret 2026.
Selama musim mudik, Pertamina menjanjikan empat hal ini.
Pertama, layanan energi melalui penguatan ketersediaan stok BBM, LPG, dan avtur di seluruh titik pasok dengan pemantauan kualitas dan kuantitas berkala.
Kedua, layanan wilayah atensi dengan fokus pada jalur tol, rest area, bandara, pelabuhan, dan kawasan wisata yang mengalami lonjakan mobilitas.
Ketiga, berbagai aktivitas Ramadan dan program promosi melalui layanan digital MyPertamina.
Keempat, layanan tambahan berupa Serambi MyPertamina sebagai fasilitas istirahat bagi pemudik di berbagai titik strategis yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti motoris BBM dan LPG serta layanan darurat.
“Kami menyiagakan 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur utama dan area dengan kepadatan kendaraan tinggi, 6.300 agen LPG, serta sebanyak 200 unit mobil tangki disiagakan sebagai suplai cadangan. Untuk daerah yang tidak terdapat SPBU permanen dan kawasan wisata, kami menyiapkan 64 titik Kios Pertamina Siaga dan layanan modular agar masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan,” kata Simon.
Selain fokus pada penguatan suplai di koridor Sumatra-Jawa, jalur Trans Jawa, serta konektivitas Kalimantan-Sulawesi. Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada wilayah rawan bencana dengan menyiapkan buffer stock (stok penyangga).
Sementara itu, wilayah terpencil dan kepulauan mendapat pengiriman lebih awal.


















