Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Danantara Terbuka dengan Rencana Pembentukan BUMN Tekstil

TRIS_1.jpeg
Pabrik tekstil Trisula International di Bandung, Jawa Barat.
Intinya sih...
  • Danantara membuka peluang investasi dalam pembentukan BUMN tekstil.
  • Rosan Roeslani menyatakan kesiapan Danantara menerima investasi dengan return rendah.
  • Peran Danantara tidak hanya menyuntik modal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) membuka peluang investasi demi mendukung rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor tekstil. Meski masih dalam tahap kajian, Danantara menegaskan kesiapannya masuk ke industri padat karya ini, bahkan jika tingkat pengembalian investasi (return) secara finansial lebih rendah dari parameter komersial biasanya.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan keputusan investasi ini didorong oleh mandat lembaga yang tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga dampak ekonomi yang luas. Sektor tekstil dinilai memiliki nilai strategis karena kemampuannya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

"Tekstil salah satu yang dari segi lapangan pekerjaan itu sangat besar. Jadi, kami melihat potensi-potensi yang ada,” ujar Rosan usai konferensi pers di Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, pekan lalu.

Dalam kalkulasi Danantara, opsi investasi tidak terbatas pada pembangunan entitas baru. Rosan mengungkapkan pihaknya terbuka untuk mengambil alih perusahaan tekstil yang masuk kategori aset bermasalah atau sedang mengalami kesulitan keuangan, selama perusahaan tersebut masih memiliki prospek untuk diselamatkan.

Strategi yang disiapkan Danantara mencakup restrukturisasi menyeluruh, perbaikan model bisnis, hingga pembenahan rantai pasok dan kepastian pembeli siaga. Tujuannya agar perusahaan kembali sehat dan mampu menyerap tenaga kerja secara optimal.

“Selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal. Seperti yang kita lakukan misalnya di perusahaan-perusahaan BUMN yang lainnya,” kata Rosan.

Setiap langkah investasi ini, ujarnya, tetap akan melalui proses (studi kelayakan) dan asesmen mendalam untuk memitigasi risiko.

Rencana menghidupkan kembali BUMN tekstil ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas terkait transformasi industri nasional di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (11/1). Langkah ini diambil untuk memperkuat industri garmen nasional sebagai garda terdepan menghadapi risiko kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah telah merampungkan studi dan menyiapkan peta jalan penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN tekstil dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan US$6 miliar nanti akan disiapkan oleh Danantara,” kata Airlangga.

Dana tersebut rencananya akan diarahkan untuk pengadaan barang modal, adopsi teknologi baru, hingga peningkatan kapasitas ekspor.

Airlangga menetapkan target ambisius dalam peta jalan tersebut, yakni lonjakan nilai ekspor hingga sepuluh kali lipat dalam satu dekade mendatang.

“Oleh karena itu sudah dibuat roadmap bagaimana meningkatkan ekspor kita yang dari US$4 miliar bisa naik ke US$40 miliar dalam 10 tahun, dan bagaimana pendalaman dari value chain industri tekstil,” ujar Airlangga.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Prabowo Akan Perbanyak Fakultas Kedokteran dan Berikan Beasiswa

19 Jan 2026, 10:12 WIBNews