Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Mentan: Stok Beras RI Aman 324 Hari, Produksi Capai 5,7 Juta Ton

Mentan: Stok Beras RI Aman 324 Hari, Produksi Capai 5,7 Juta Ton
Ilustrasi beras Bulog. (dok. Humas Perum BULOG tahun 2023)
Intinya Sih
  • Total ketersediaan mencapai 27,99 juta ton dari berbagai sumber termasuk Bulog dan masyarakat.

  • Pasokan domestik dinilai sangat kuat.

  • Pemerintah menyiapkan langkah antisipasi kekeringan melalui program pompanisasi tambahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyatakan ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas beras, berada dalam kondisi aman. Dia menyebut total ketersediaan beras nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 324 hari ke depan.

Menurut Amran, produksi beras nasional saat ini berkisar 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai sekitar 2,59 juta ton per bulan.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Amran dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari cadangan pemerintah yang dikelola Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok yang berada di masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi yang siap dipanen sebanyak 11,73 juta ton.

Amran menambahkan, tren produksi beras pada awal 2026 juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional mencapai sekitar 16,92 juta ton, dengan produksi bulanan berkisar 2,6 juta hingga 5,7 juta ton.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujarnya.

Selain produksi yang tinggi, cadangan beras pemerintah juga diproyeksikan terus meningkat. Saat ini stok beras yang berada di gudang Bulog telah mencapai sekitar 3,7 juta ton dan diperkirakan akan bertambah dalam waktu dekat.

“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok Bulog bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” kata Amran.

Untuk menjaga stabilitas produksi, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan. Salah satunya melalui program pompanisasi untuk memperkuat irigasi lahan pertanian.

Menurut Amran, pada tahun sebelumnya program pompanisasi telah menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian. Tahun ini pemerintah akan menambah pompanisasi untuk 1 juta hektare lahan lagi, serta menyiapkan tambahan irigasi perpompaan seluas 1 juta hektare.

Ia juga menyatakan sejumlah komoditas pangan lain seperti ayam dan telur saat ini berada dalam kondisi surplus, yang makin memperkuat stabilitas pangan nasional. Di sisi lain, ketersediaan pupuk juga dinilai mencukupi. Bahkan, harga pupuk di tingkat petani mengalami penurunan sekitar 20 persen.

“Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” kata Amran.

Ia menegaskan ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga meskipun dunia tengah menghadapi dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino.

“Produksi kita kuat, stok kita aman,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga terus mengoptimalkan lahan rawa yang telah direhabilitasi sebagai salah satu strategi menjaga produksi, terutama saat musim kemarau. Dengan berbagai langkah tersebut, Amran memastikan pemerintah akan terus menjaga stabilitas pangan nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” kata Amran.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More