KAI Lanjutkan Pemulihan Operasional Lintas Kereta Terdampak Banjir

- KAI terus memulihkan operasional lintas kereta terdampak banjir hingga Senin pagi.
- Operasional diambil berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan adaptif dengan keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama.
- 34 perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan, total 38 ribu pelanggan melakukan pembatalan akibat force majeure faktor alam.
Jakarta, FORTUNE - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan bahwa proses pemulihan operasional perjalanan kereta api di sejumlah lintasan terdampak banjir masih terus dilakukan hingga Senin (19/1) pagi. Dalam kondisi tersebut, KAI menerapkan pengaturan operasional secara hati-hati dan adaptif dengan keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, seluruh keputusan operasional diambil berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan serta mempertimbangkan dinamika kondisi cuaca dan prasarana.
“Hingga pagi ini, penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan. Kereta api sudah dapat melintas kembali di lintasan utama dengan pengaturan kecepatan dan pengamanan sesuai standar keselamatan,” ujar Anne.
Di Daop 4 Semarang, pemulihan pada petak jalan Pekalongan–Sragi menunjukkan perkembangan. Sekitar pukul 05.10 WIB, genangan di jalur hulu dan hilir berhasil ditangani sehingga seluruh kereta api dapat kembali melintas menggunakan lokomotif dinas masing-masing. Pada tahap ini, masih diberlakukan pembatasan kecepatan 30 km/jam sambil menunggu kecukupan pemadatan balas menggunakan Multi Tie Tamper (MTT), yaitu mesin perawatan jalan rel yang berfungsi mengangkat, menata, dan memadatkan batu balas agar geometri rel kembali sesuai standar keselamatan.
Penanganan dilakukan melalui ecer balas dan pengangkatan jalur secara manual, serta dilanjutkan hari ini dengan ecer balas lanjutan, pengangkatan jalur di titik tertentu, dan rencana pemecokan menggunakan alat berat apabila kondisi lapangan memungkinkan.
Sementara itu, di Daop 1 Jakarta, genangan air di emplasemen Kampung Bandan telah tertangani. Sejak Minggu sore hingga malam, dilakukan pengangkatan jalur manual pada jalur hulu dan hilir, dilanjutkan menggunakan KPJR (Kendaraan Pemeliharaan Jalan Rel) dan dinyatakan selesai pada pukul 04.30 WIB. Kereta api pertama melintas dengan pembatasan kecepatan 20 km/jam, dan perjalanan berikutnya berangsur meningkat sesuai hasil evaluasi teknis di lapangan.
Force majeure akibat faktor alam

Hingga Senin, 19 Januari 2026, KAI masih melakukan pembatalan 34 perjalanan kereta api jarak jauh sebagai bagian dari pengaturan operasional selama proses pemulihan berlangsung. Secara kumulatif, hingga hari ini tercatat sekitar 38 ribu pelanggan sudah berhasil melakukan pembatalan. “Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan setiap perjalanan yang dioperasikan benar-benar aman bagi pelanggan dan petugas,” jelas Anne.
Anne menambahkan bahwa gangguan operasional dipicu curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem sejak Jumat (16/1) yang menyebabkan luapan sungai serta jebolnya tanggul di sekitar lintasan Pekalongan–Sragi. Di wilayah Jakarta, hujan deras juga menimbulkan genangan di sejumlah emplasemen dan petak jalan operasional. “Kondisi ini merupakan force majeure akibat faktor alam di luar kendali operasional perusahaan,” tegasnya.
KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan bahwa hak pelanggan tetap diupayakan melalui service recovery (SR) dan pengembalian bea tiket 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk memperoleh informasi resmi terkini serta layanan pembelian dan pengembalian tiket, pelanggan dapat mengakses aplikasi Access by KAI melalui fitur Pusat Bantuan yang terhubung dengan Call Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3121, email cs@kai.id, serta media sosial resmi KAI. Perkembangan kondisi operasional akan terus disampaikan secara berkala kepada masyarakat. (WEB)


















