Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono saat menjadi narasumber acara Semangat Awal Tahun 2025 oleh IDN Times di IDN HQ, Jakarta, Rabu (15/1). (Dok. IDN)
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono saat menjadi narasumber acara Semangat Awal Tahun 2025 oleh IDN Times di IDN HQ, Jakarta, Rabu (15/1). (Dok. IDN)
Intinya sih...
  • Thomas Djiwandono masuk bursa setelah pengunduran diri salah satu pejabat Bank Indonesia.
  • Pemerintah mengirimkan Surat Presiden kepada DPR untuk memulai proses pengisian jabatan.
  • Jabatan Juda Agung seharusnya baru berakhir pada 2027.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah mengusulkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Langkah ini diambil demi mengisi kekosongan jabatan strategis di dewan gubernur bank sentral menyusul pengunduran diri Juda Agung.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memulai proses seleksi.

Dalam surat tersebut, terdapat tiga nama calon yang diajukan untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), dengan Thomas sebagai salah satu kandidat utama.

“Memang betul, salah satu nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu, Pak Tommy Djiwandono,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin (19/1).

Prasetyo menjelaskan, mekanisme pengajuan ini berjalan sesuai amanat undang-undang yang mewajibkan pemerintah segera menyodorkan nama pengganti setelah menerima surat pengunduran diri dari pejabat definitif.

“Deputi Gubernur Bank Indonesia itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu deputi gubernur,” katanya.

Masuknya nama Thomas—biasa dipanggil Tommy—ke bursa pimpinan otoritas moneter menarik perhatian pelaku pasar. Selain posisinya saat ini sebagai Wamenkeu yang mengelola kebijakan fiskal, Thomas memiliki latar belakang yang lekat dengan tradisi ekonomi nasional.

Ia merupakan putra dari Joseph Soedradjad Djiwandono, tokoh ekonomi senior yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia pada era Orde Baru.

Selain itu, ibunya, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak kandung Prabowo, menjadikan Tommy keponakan langsung Prabowo.

Proses pergantian ini dipicu oleh keputusan Juda Agung untuk mundur dari jabatannya, meski pemerintah belum memerinci alasan di balik keputusan tersebut.

Juda menjabat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keppres Nomor 147/P Tahun 2021 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022.

Merujuk pada masa bakti normal, jabatannya seharusnya baru berakhir pada 2027.

Sebelum duduk di kursi Deputi Gubernur, Juda memiliki rekam jejak panjang di bank sentral dan lembaga internasional, termasuk menjabat sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) di Washington DC (2017-2019) serta Asisten Gubernur BI bidang Stabilitas Sistem Keuangan (2020-2022).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

BI-Kemenkeu “Tukar Guling”, Thomas Akan ke BI, Juda Agung ke Kemenkeu

19 Jan 2026, 18:17 WIBNews