NEWS

Pemerintah Tarik Utang Rp24 Triliun dari Lelang 7 SUN

Incoming bids investor asing capai Rp4,23 triliun.

Pemerintah Tarik Utang Rp24 Triliun dari Lelang 7 SUNIlustrasi Surat Berharga Negara. (Shutterstock/Fizkes)

by Hendra Friana

13 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah meraup Rp24 triliun dari lelang tujuh Surat Utang Negara (SUN) pada 12 Februari 2024.

Tujuh surat utang yang dilelang melalui sistem lelang Bank Indonesia tersebut di antaranya seri SPN03240515 (new issuance), SPN12250213 (new issuance), FR0101 (reopening), FR0100 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0102 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Dwi Irianti Hadiningdyah, mengatakan total penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp52,63 triliun.

"Minat investor pada lelang SUN hari ini masih cukup baik dengan total incoming bids mencapai Rp52,63 triliun atau 2,19 kali dari target indikatif yang telah diumumkan sebelumnya," katanya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (13/2).

Menurut Dwi, besarnya penawaran masuk itu didukung positifnya data perekonomian domestik, seperti tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023 yang mencapai 5,04 persen (yoy) atau lebih tinggi dari kuartal III-2023 sebesar 4,94 persen (yoy) dan ekspektasi 5 persen (yoy), serta tetap tingginya cadangan devisa Januari pada level US$145,1 miliar. 

"Sentimen pasar global masih wait and see atas langkah Fed dalam penurunan Fed Fund Rate-nya mendatang  terutama atas data ekonomi AS yang cenderung masih robust," ujarnya.

Minat investor asing pada lelang SUN juga masih cukup solid dengan jumlah incoming bids Rp4,23 triliun.

Mayoritas dari incoming bids tersebut pada seri SUN tenor menengah (5 tahun) sebesar Rp2,42 triliun atau 57,13 persen dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp0,68 triliun atau 2,84 persen dari total awarded bids.

Detail penawaran dan hasil lelang

Dwi juga melihat bahwa permintaan investor masih dominan pada seri SUN tenor 5 dan 10 tahun, dengan jumlah incoming bids dan awarded bids masing-masing sebesar 59,56 persen dari total incoming bids dan 59,58 persen dari total awarded bids.

"Incoming bids terbesar adalah pada tenor 5 tahun yaitu Rp19,91 triliun (37,82 persen dari total incoming bids) dan dimenangkan sebesar Rp9,65 triliun (40,21 persen dari total awarded bids)," ujarnya.

Kemudian, Weighted Average Yield (WAY) Obligasi Negara tenor 5 dan 20 tahun yang dimenangkan pada lelang SUN tersebut juga naik masing-masing sebesar 1 bp dibandingkan WAY pada lelang SUN sebelumnya.

Sedangkan WAY Obligasi Negara tenor 10, 15 dan 30 tahun yang dimenangkan pada lelang SUN hari ini turun 1 sampai dengan 2 bps dibandingkan WAY pada lelang SUN sebelumnya.

"Pemerintah memutuskan untuk memenangkan penawaran sebesar Rp24 triliun pada lelang SUN hari ini dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2024, dan kondisi kas negara terkini. Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2024, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2024," ujarnya.

Berikut detail penawaran dan hasil lelang tujuh surat utang negara pada 12 Februari 2024: