Comscore Tracker
NEWS

Tekan Emisi Karbon, Prancis Akan Bangun Reaktor Nuklir Baru

Pembangkit nuklir dinilai dapat atasi krisis energi Eropa.

Tekan Emisi Karbon, Prancis Akan Bangun Reaktor Nuklir BaruPresiden Prancis, Emmanuel Macron. Shutterstock_Frederic Legrand - COMEO

by Hendra Friana

Jakarta, FORTUNE - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa Prancis tengah berupaya membangun pembangkit energi nuklir baru untuk memenuhi tantangan energi dan lingkungan yang semakin meningkat.

Hal itu ia sampaikan saat negosiator iklim di Glasgow memperdebatkan bagaimana mempercepat upaya melawan perubahan iklim, serta di tengah kekhawatiran Eropa terkait lonjakan harga energi baru-baru ini dan ketergantungan benua itu pada produsen gas dan minyak global, termasuk Rusia.

“Untuk menjamin kemandirian energi Prancis dan mencapai tujuan kami, khususnya netralitas karbon pada tahun 2050, kami akan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade meluncurkan kembali pembangunan reaktor nuklir di negara kami,” kata Macron dalam pidatonya, Selasa (9/11) seperti dikutip AFP.

Meski demikian, Marcon tak  tidak memberikan rincian rencana pembangunan pembangkit baru tersebut. Prancis, kata dia, lebih bergantung daripada negara lain pada energi nuklir, tetapi reaktornya menua dan reaktor generasi terbarunya terlambat beberapa tahun dari jadwal.

“Jika kita ingin membayar energi kita dengan harga yang wajar, kita membutuhkan energi bebas karbon,” kata Presiden yang mengatakan reaktor baru itu akan menjadi reaktor EPR (Evolutionary Power Reactor) generasi ketiga.

Energi nuklir menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah daripada batu bara, minyak atau gas, tetapi pembangkit nuklir sangat mahal untuk dibangun dan menghasilkan limbah radioaktif yang tetap mematikan selama puluhan ribu tahun. 

Meski para politisi masih berpolemik soal perlu tidaknya memasukkan energi nuklir dalam rencana global untuk mengurangi emisi karbon, Marcon menegaskan bahwa hal tersebut harus dilakukan agar negaranya dapat memenuhi komitmen terhadap iklim.

“Investasi ini akan memungkinkan kami untuk meningkatkan dan memenuhi komitmen kami saat COP26 di Glasgow ditutup,” tambahnya.

Gelontorkan 1 Miliar Euro

Sebelumnya, pada Oktober 2021, Macron telah mengumumkan bahwa Prancis akan menghabiskan satu miliar euro pada tahun 2030 dalam "distrupsi inovasi" untuk menghasilkan tenaga atom, terutama dengan merancang reaktor nuklir kompak yang dikenal sebagai "reaktor modular kecil" (SMR) dengan pengelolaan limbah nuklir yang lebih baik.

Macron telah meminta raksasa listrik Prancis EDF untuk mempelajari kelayakan lebih banyak reaktor EPR generasi berikutnya.

Reaktor EPR–yang menggunakan desain air bertekanan–menjanjikan kemajuan dalam keselamatan dan efisiensi dibandingkan reaktor konvensional sambil menghasilkan lebih sedikit limbah.

Tetapi EDF menghadapi masalah serius dalam meluncurkan teknologi dan hanya berhasil menjual segelintir reaktor karena masalah konstruksi menumpuk.

EDF telah membangun reaktor EPR di Flamanville di sepanjang pantai Atlantik di barat laut Prancis. Awalnya direncanakan untuk online pada tahun 2012 tetapi proyek tersebut terganggu oleh masalah teknis dan pembengkakan anggaran.

Prancis mengandalkan tenaga nuklir untuk hampir 72 persen kebutuhan listriknya. Pemerintah awalnya ingin mengurangi ini menjadi 50 persen pada tahun 2030 atau 2035 dengan mengembangkan lebih banyak sumber energi terbarukan.

Related Articles