Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Gandeng Swasta, Alumni Kanisius Tanam Ribuan Pohon Via Skema Agroforestry

Gandeng Swasta, Alumni Kanisius Tanam Ribuan Pohon Via Skema Agroforestry
ilustrasi reforestasi untuk memulihkan habitat (unsplash.com/Ana Jovanovski)
Intinya Sih
  • Komunitas alumni Kolese Kanisius Jakarta menggelar aksi reboisasi di hutan Megamendung, Bogor, dengan dana Rp225 juta untuk menanam dan merawat 2.200 bibit pohon secara berkelanjutan.
  • Kegiatan Back2Nature melibatkan kemitraan sektor swasta seperti BCA, MKAP, dan Solterra Solar Technology serta dukungan Kementerian Kehutanan dan Yayasan Hutan Organik.
  • Program menerapkan metode agroforestry tanam–rawat dengan kombinasi tanaman keras dan kopi agar menjaga ekologi sekaligus menciptakan sumber ekonomi bagi perawatan hutan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Komunitas alumni Kolese Kanisius (CC) Jakarta menggelar aksi penanaman kembali lahan di kawasan hutan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/4). Perhelatan bertajuk "Back2Nature" tersebut menghimpun donasi senilai Rp225 juta guna membiayai penanaman serta perawatan 2.200 bibit pohon secara berkesinambungan.

Langkah reboisasi ini merupakan buah kerja sama dengan Yayasan Hutan Organik (YHO) selaku mitra strategis. Program tersebut menyasar pemulihan ekosistem di kawasan penyangga yang penting bagi Jawa Barat serta Jakarta dan sekitarnya. Aksi ini diikuti oleh lintas generasi alumni, mulai dari angkatan 1986 hingga 2015.

Ketua Panitia Back2Nature, Julius Mario, menyatakan pendanaan program ini bersumber dari kekuatan jaringan komunitas dan kemitraan sektor swasta.

“Kegiatan ini terwujud berkat dukungan komunitas alumni; mitra swasta, yakni Solterra Solar Technology, Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), Bank Central Asia Tbk (BCA) dan beberapa pihak lain; pemerintah melalui Kementerian Kehutanan, bersama Yayasan Hutan Organik yang konsisten memulihkan kawasan hutan penyangga Jakarta,” ujar Julius Mario, dikutip dari siaran pers (20/4).

Secara teknis, pundi-pundi dana yang terkumpul dialokasikan untuk pengadaan 1.000 tanaman keras dan 1.000 pohon kopi. Pemilihan komoditas ini bukan tanpa alasan. Tanaman keras diproyeksikan menjaga keseimbangan ekologi dan cadangan air tanah. Sementara itu, pohon kopi hadir sebagai komoditas ekonomis yang akan menopang biaya perawatan hutan di masa depan.

Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan turut memperkuat diversitas hayati kawasan dengan menyumbangkan tambahan 200 bibit pohon.

Pendiri Yayasan Hutan Organik, Rosita Istiawan, menekankan pentingnya aspek keberlanjutan pasca-penanaman. Pihaknya mengusung metode agroforestry dengan pendekatan "tanam-rawat" sebagai solusi atas kegagalan banyak program penghijauan di masa lalu.

“Banyak program berhenti di penanaman. Kami menerapkan metode agroforestry dengan pendekatan tanam–rawat sebagai solusi problematika tersebut. Hasil panen kopi akan membantu pembiayaan perawatan, sehingga tanaman keras dapat tumbuh optimal sebagai penjaga ekologi,” kata Rosita dikutip dari siaran pers yang sama.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar Back2Nature – CCAD 2026: Engaging Canisian. Program ini memadukan semangat persaudaraan alumni dengan kontribusi nyata pada aspek sosial dan lingkungan hidup.

Ketua Umum CCAD 2026, Rifan Oktavianus, menegaskan visi jangka panjang dari perhelatan ini.

“Melalui Back2Nature, dan kegiatan-kegiatan lain dalam CCAD 2026, kami ingin memperkuat brotherhood lintas generasi CC sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Rifan.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More