Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Pemerintah Bakal Olah 5,3 Juta Ton CPO Jadi Campuran Solar

Pemerintah Bakal Olah 5,3 Juta Ton CPO Jadi Campuran Solar
Ilustrasi buah kelapa sawit (pixabay.com/tristantan)
Intinya Sih
  • Pemerintah menargetkan 5,3 juta ton CPO diolah jadi biofuel campuran solar.

  • Kebijakan ini merupakan bagian dari program mandatori biodiesel B50 yang bertujuan menekan impor solar dan meningkatkan nilai tambah komoditas sawit dalam negeri.

  • Kementerian Pertanian mengembangkan teknologi bioreaktor biodiesel hybrid melalui BRMP guna menghasilkan bahan bakar efisien, dengan hasil uji B50 menunjukkan performa mesin stabil dan sesuai standar nasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah mempercepat langkah menuju kemandirian energi dengan memaksimalkan pemanfaatan minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku biodiesel. Sebanyak 5,3 juta ton CPO ditargetkan akan dikonversi menjadi biofuel untuk campuran solar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, kebijakan ini menjadi bagian penting dari strategi nasional mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

“Artinya, tahun ini kita tidak impor solar,” ujar Amran dalam keterangan resminya, Minggu (19/4).

Kebijakan tersebut sekaligus memperkuat implementasi program mandatori biodiesel, termasuk B50, yang mendorong pencampuran 50 persen bahan bakar nabati ke dalam solar. Selain menekan impor, kebijakan ini juga meningkatkan nilai tambah komoditas sawit domestik.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian terus mendorong inovasi teknologi untuk mendukung ekosistem bioenergi. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah teknologi bioreaktor biodiesel hybrid oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), yang mampu mengolah berbagai bahan baku minyak nabati secara lebih efisien dan fleksibel.

Kepala BRMP, Fadjry Djufry, mengatakan inovasi ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi sektor pertanian berbasis teknologi.

“Kami mendorong pengembangan bioreaktor biodiesel yang mampu menghasilkan bahan bakar secara efisien dengan kualitas yang stabil. Biodiesel ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk operasional alat dan mesin pertanian,” ujarnya.

Sebagai tahap implementasi, pengujian biodiesel B50 telah dilakukan pada berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) bekerja sama dengan LEMIGAS.

Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menyatakan pengujian difokuskan pada performa mesin dalam kondisi pengoperasian nyata, mulai dari efisiensi bahan bakar hingga stabilitas kerja di lapangan.

Pengujian mencakup berbagai jenis alsintan, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, hingga pompa air, termasuk uji cold-startability untuk memastikan mesin tetap optimal setelah periode penyimpanan.

Hasilnya, penggunaan biodiesel B50 menunjukkan performa yang stabil. Parameter utama seperti daya, konsumsi bahan bakar, hingga efisiensi kerja dinilai telah memenuhi standar nasional (SNI).

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More