Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Ayam Melonjak, Kemendagri Duga Ada Permainan: Singgung CPIN
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pemerintah daerah perlu mewaspadai kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras yang terjadi di 188 kabupaten/kota, meskipun harga rata-rata nasional mencapai Rp39.712 per kilogram atau masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
  • Kemendagri meminta TPID memeriksa rantai distribusi ayam ras karena harga konsumen naik sementara harga peternak disebut tidak meningkat, sehingga keuntungan diduga terjadi di tingkat tengah.
  • Tomsi Tohir meminta distributor besar, termasuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan lainnya, didatangi serta dicek, tanpa secara spesifik menuduh CPIN memainkan harga.
  • Hingga minggu ketiga Agustus 2026, harga ayam naik di 220 kabupaten/kota; rata-rata nasional mencapai Rp40.393 per kilogram, 5,84 persen lebih tinggi dibandingkan Juli dan sedikit melampaui HAP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pemeriksaan distributor jadi fokus utama?
Vote Now
Desember 2025

Harga ayam berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.

Maret 2026

Harga ayam meningkat hingga mencapai sekitar Rp42.000 per kilogram.

Juni 2026

Rata-rata harga daging ayam ras sekitar Rp38.164 per kilogram, di bawah HAP konsumen Rp40.000 per kilogram.

Juli

Tren harga ayam kembali berbalik naik.

minggu ketiga Agustus 2026

Sebanyak 220 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH daging ayam ras. Secara nasional, harga meningkat 5,84 persen dibandingkan Juli 2026.

22 Agustus 2026

Rata-rata harga daging ayam ras nasional mencapai sekitar Rp40.393 per kilogram, sedikit di atas HAP konsumen.

Senin (24/8)

Tomsi Tohir meminta TPID memeriksa rantai distribusi dan distributor besar daging ayam ras.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pemeriksaan distributor jadi fokus utama?
Vote Now
  • What?
    Kemendagri meminta pengecekan penyebab kenaikan harga daging ayam ras dan rantai distribusinya.
  • Who?
    Kemendagri, Tomsi Tohir, TPID, pemerintah daerah, peternak, distributor, CPIN, BPS, dan Sarpono.
  • Where?
    Di berbagai wilayah Indonesia, dengan kenaikan IPH tercatat di 220 kabupaten/kota.
  • When?
    Permintaan disampaikan Senin (24/8). Kenaikan IPH tercatat hingga minggu ketiga Agustus 2026.
  • Why?
    Kemendagri menduga lonjakan harga konsumen terjadi di rantai distribusi, sementara harga di tingkat peternak tidak meningkat.
  • How?
    TPID diminta turun langsung, mendatangi, dan mengecek distributor besar serta rantai distribusi daging ayam ras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pemeriksaan distributor jadi fokus utama?
Vote Now

Harga ayam naik di banyak tempat. Pak Tomsi dari Kemendagri bilang peternak tidak ikut dapat harga lebih tinggi. Ia minta tim di daerah melihat jalan ayam dari peternak sampai pembeli, juga distributor besar. Sampai 22 Agustus 2026, harga rata-rata ayam nasional sekitar Rp40.393 per kilogram.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pemeriksaan distributor jadi fokus utama?
Vote Now

Permintaan Kemendagri agar TPID turun memeriksa rantai distribusi membuka ruang pengecekan langsung atas perbedaan harga ayam di tingkat peternak dan konsumen. Langkah ini juga mencakup distributor besar, sementara data BPS menunjukkan kenaikan harga terjadi luas di berbagai wilayah Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah pemeriksaan distributor jadi fokus utama?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah turun langsung ke lapangan guna mengecek penyebab kenaikan harga daging ayam ras. Pemerintah menduga lonjakan harga di tingkat konsumen tidak sepenuhnya dinikmati peternak, melainkan terjadi di rantai distribusi.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, mengatakan kenaikan harga ayam kerap terjadi akibat permainan distributor. Menurut dia, kondisi tersebut tecermin pada harga di tingkat peternak yang tidak ikut meningkat ketika harga di pasar mengalami kenaikan.

“Saudara-saudara kita peternak itu tidak mendapatkan keuntungan karena tidak ada kenaikan harga di peternak,” ujar Tomsi saat rapat koordinasi inflasi daerah, Senin (24/8).

Karena itu, Tomsi meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pengecekan langsung terhadap rantai distribusi daging ayam ras, termasuk distributor besar.

Ia secara khusus menyinggung perusahaan besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) atau Phokphand dan distributor lainnya untuk didatangi dan diperiksa. Namun, Tomsi tidak secara spesifik menuduh CPIN melakukan permainan harga.

“Saya minta tim TPID ini turun dan cek. Ada distributor-distributor besar di situ seperti Phokphand dan lain-lain sebagainya itu datangi, dicek,” katanya.

Tomsi mengatakan dugaan adanya kenaikan harga di tengah rantai distribusi bukan kali pertama ditemukan. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan sebelumnya, harga di tingkat peternak disebut tidak mengalami kenaikan meski harga yang dibayarkan konsumen meningkat.

“Beberapa kali saya mengecek, ternyata peternak tidak naik, yang menaikkan di tengah. Nah, hal ini tentunya jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Harga Ayam Naik di 220 Kabupaten/Kota

Default Image

Kenaikan harga daging ayam memang terjadi cukup luas di berbagai daerah. Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS), Sarpono, mengatakan hingga minggu ketiga Agustus 2026, sebanyak 220 kabupaten/kota atau 61,11 persen wilayah Indonesia mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras.

Secara nasional, harga daging ayam ras hingga minggu ketiga Agustus 2026 meningkat 5,84 persen dibandingkan Juli 2026. Kenaikan tersebut membuat rata-rata harga ayam secara nasional sedikit berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen.

“Perkembangan IPH daging ayam ras, kenaikan harga terlihat cukup luas di berbagai wilayah,” kata Sarpono.

Perbedaan harga antarwilayah juga cukup lebar. Harga daging ayam ras tertinggi mencapai Rp100.000 per kilogram di Kabupaten Intan Jaya, sedangkan harga terendah sekitar Rp20.500 per kilogram.

Sejumlah daerah bahkan mencatat harga yang cukup jauh di atas HAP. Di Kabupaten Rokan Hilir, misalnya, harga daging ayam ras 25,60 persen di atas HAP. Sementara di Kabupaten Bangka, harga ayam sekitar 20 persen di atas HAP.

Jika dilihat berdasarkan perkembangan harga rata-rata nasional, kenaikan harga ayam terjadi setelah sempat mengalami penurunan pada pertengahan 2026.

Harga ayam berkisar Rp40.000 per kilogram pada Desember 2025, kemudian terus meningkat hingga mencapai Rp42.000 per kilogram pada Maret 2026.

Setelah mencapai level tersebut, harga berangsur turun. Pada Juni 2026, rata-rata harga daging ayam ras Rp38.164 per kilogram, berada di bawah HAP konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.

Namun, tren tersebut kembali berbalik pada Juli. Hingga 22 Agustus 2026, rata-rata harga daging ayam ras nasional telah mencapai Rp40.393 per kilogram, atau sedikit di atas HAP konsumen.

Sampaikan pilihanmu soal pemeriksaan distributor ayam

Perlukah pemeriksaan distributor jadi fokus utama?

See More
Ya, perlu diperiksa
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak, belum perlu diperiksa

Editorial Team

Related Article