Jakarta, FORTUNE – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah turun langsung ke lapangan guna mengecek penyebab kenaikan harga daging ayam ras. Pemerintah menduga lonjakan harga di tingkat konsumen tidak sepenuhnya dinikmati peternak, melainkan terjadi di rantai distribusi.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, mengatakan kenaikan harga ayam kerap terjadi akibat permainan distributor. Menurut dia, kondisi tersebut tecermin pada harga di tingkat peternak yang tidak ikut meningkat ketika harga di pasar mengalami kenaikan.
“Saudara-saudara kita peternak itu tidak mendapatkan keuntungan karena tidak ada kenaikan harga di peternak,” ujar Tomsi saat rapat koordinasi inflasi daerah, Senin (24/8).
Karena itu, Tomsi meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pengecekan langsung terhadap rantai distribusi daging ayam ras, termasuk distributor besar.
Ia secara khusus menyinggung perusahaan besar seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) atau Phokphand dan distributor lainnya untuk didatangi dan diperiksa. Namun, Tomsi tidak secara spesifik menuduh CPIN melakukan permainan harga.
“Saya minta tim TPID ini turun dan cek. Ada distributor-distributor besar di situ seperti Phokphand dan lain-lain sebagainya itu datangi, dicek,” katanya.
Tomsi mengatakan dugaan adanya kenaikan harga di tengah rantai distribusi bukan kali pertama ditemukan. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan sebelumnya, harga di tingkat peternak disebut tidak mengalami kenaikan meski harga yang dibayarkan konsumen meningkat.
“Beberapa kali saya mengecek, ternyata peternak tidak naik, yang menaikkan di tengah. Nah, hal ini tentunya jangan sampai terjadi,” ujarnya.
