Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Indonesia Bidik Kesepakatan Dagang dengan AS Senilai US$33 Miliar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok Humas Ekon
  • Indonesia membidik kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat senilai US$33 miliar untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan sektor strategis.

  • Perdagangan bilateral mencapai US$32,34 miliar hingga Agustus 2026, sedangkan investasi AS mencapai US$3,4 miliar hingga triwulan III.

  • Peluang kerja sama mencakup manufaktur, teknologi digital, AI, energi, dan semikonduktor, dengan fokus pada rantai pasok domestik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Investasi Amerika Serikat di Indonesia berada di sekitar US$3 miliar. Pasar semikonduktor diperkirakan mulai dari US$5,08 miliar.

Januari hingga Agustus 2026

Perdagangan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat mencapai US$32,34 miliar, tumbuh 11,82 persen secara tahunan.

triwulan I hingga triwulan III 2026

Investasi Amerika Serikat mencapai US$3,4 miliar dan menjadikan AS sebagai investor asing terbesar keempat di Indonesia.

Selasa (27/10)

Airlangga Hartarto bertemu Ambassador Brian D. McFeeters dan delegasi US-ABC untuk membahas kemitraan ekonomi serta peluang usaha.

2030

Pasar semikonduktor diperkirakan tumbuh menjadi US$7,07 miliar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indonesia membidik kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat sebesar US$33 miliar.
  • Who?
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan delegasi US-ASEAN Business Council.
  • Where?
    Indonesia dan Amerika Serikat, dalam pembahasan kerja sama ekonomi kedua negara.
  • When?
    Pertemuan disampaikan pada Selasa (27/10); data perdagangan mencakup Januari hingga Agustus 2026.
  • Why?
    Untuk meningkatkan perdagangan, memperluas investasi, mengembangkan sektor strategis, dan memperkuat rantai pasok kedua negara.
  • How?
    Melalui pertemuan, penerimaan masukan pelaku usaha, penyelesaian hambatan, serta kemitraan di sektor manufaktur, teknologi, energi, dan semikonduktor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia ingin membuat kerja sama dagang dengan Amerika Serikat sampai US$33 miliar. Airlangga Hartarto bertemu orang dari US-ABC untuk membahas perdagangan, investasi, dan usaha. Mereka juga membahas pabrik, teknologi, energi, dan semikonduktor. Sekarang, pemerintah masih membicarakan hambatan usaha dan beberapa masalah perdagangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pembahasan ini membuka ruang bagi kerja sama yang menghubungkan investasi Amerika Serikat dengan industri domestik Indonesia. Fokus pada manufaktur, teknologi, energi, dan semikonduktor dapat membawa teknologi serta keahlian, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas industri dan penguatan rantai pasok nasional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Indonesia membidik kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat sebesar US$33 miliar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa penguatan kerja sama ini mencakup peningkatan perdagangan, perluasan investasi, serta pengembangan sektor-sektor strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan memperkuat keterkaitan industri kedua negara.

Hal tersebut disampaikan usai melakukan pertemuan dengan Ambassador Brian D. McFeeters, President and CEO of the US-ASEAN Business Council (US-ABC), dengan tema Indonesia-US Economic Partnership: Turning Growth Priorities into Concrete Business Opportunities, Selasa (27/10)

“Semoga dapat mendukung berbagai sektor, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok antara Amerika Serikat dan Indonesia. Kami terbuka bagi seluruh industri yang sebagian besar memang sudah berdiri di Indonesia. Jadi, jika Anda memiliki permintaan lain atau menghadapi tantangan tertentu, mari kita coba cari solusinya bersama,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Selasa (27/10).

Pada periode Januari hingga Agustus 2026, perdagangan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat mencapai US$32,34 miliar, tumbuh 11,82 persen secara tahunan (YoY). Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.

Sementara itu, investasi Amerika Serikat pada triwulan I hingga triwulan III 2026 mencapai US$3,4 miliar, meningkat dibandingkan sekitar US$3 miliar pada 2025. Nilai ini menjadikan AS sebagai investor asing terbesar keempat di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga menerima masukan dari delegasi US-ABC mengenai perkembangan kegiatan usaha dan berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang telah beroperasi di Indonesia.

Berbagai agenda tersebut membuka peluang investasi di sektor manufaktur, teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta energi. Pemerintah juga mendorong kemitraan yang membawa teknologi dan keahlian sekaligus memperkuat keterkaitan dengan industri domestik, termasuk melalui peningkatan kapasitas industri manufaktur dan pengembangan rantai pasok nasional.

Di sektor semikonduktor, Menko Airlangga menyampaikan bahwa pasar diperkirakan tumbuh dari US$5,08 miliar pada 2025 menjadi US$7,07 miliar pada 2030.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kerja sama industri dan teknologi, termasuk melalui kemitraan yang dapat mendukung peningkatan kemampuan industri domestik.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan usaha dan meningkatkan daya tarik investasi, Menko Airlangga menekankan pentingnya upaya debottlenecking atau penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha. Pemerintah Indonesia membuka ruang bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk menyampaikan kendala yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan usaha di Indonesia, sehingga dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Dalam pembahasan mengenai perdagangan, Menko Airlangga menyoroti pentingnya penyelesaian berbagai isu yang masih menjadi perhatian dalam hubungan dagang kedua negara, termasuk pembahasan terkait Section 301 dan excess capacity.

Pemerintah Indonesia berharap proses pembahasan dapat memberikan kejelasan serta mendukung keberlanjutan perdagangan dan penguatan rantai pasok antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article