Jakarta, FORTUNE - Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah mengakui terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat sedikitnya pada 12 peristiwa masa lalu. Hal itu disampaikan Jokowi usai membaca laporan dari Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia (PPHAM), yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2022.
"Dengan pikiran yang jernih dan hati yang tulus, saya sebagai Kepala Negara Republik Indonesia mengakui bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang berat memang terjadi di berbagai peristiwa. Saya sangat menyesalkan terjadinya peristiwa pelanggaran hak asasi manusia berat," katanya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Rabu (11/1).
Ia menegaskan kesungguhan pemerintah agar pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat tidak kembali terjadi di Tanah Air.
