Jakarta, FORTUNE — Pemerintah menemukan indikasi pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi membebani anggaran negara hingga lebih dari Rp1 triliun per bulan. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan penataan ulang tata kelola program selama satu bulan ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan pelaksanaan program MBG menghadapi sejumlah persoalan yang telah lama menjadi perhatian pemerintah.
"Presiden (Prabowo Subianto) telah mendengar dan sudah mengambil keputusan, dan diganti dengan manajemen yang baru," kata Zulkifli saat konferensi pers usai rapat evaluasi program MBG di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6).
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah praktik jual beli titik SPPG yang menyebabkan jumlah titik pelayanan melonjak jauh di atas rencana awal. Zulkifli mengungkapkan, pada desain awal jumlah SPPG mencapai 21.000 titik. Namun dalam perkembangannya jumlah tersebut membengkak menjadi 27.877 titik.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, tambahan titik tersebut menimbulkan konsekuensi biaya yang tidak kecil. Dengan asumsi biaya Rp6 juta per titik per hari, pembengkakan tersebut diperkirakan menambah pengeluaran negara lebih dari Rp1 triliun setiap bulan.
"Berarti kalau satu tahun berapa itu? Rp12 triliun," ujar Zulkifli.
