“Commuter Line yang berhenti lantaran Commuter Line yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi,” ungkap Munir di lokasi, dikutip pada Selasa (28/04)
Kronologi Kecelakaan KRL Bekasi dan KA Argo Bromo Anggrek

- Kecelakaan terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang setelah KRL berhenti akibat gangguan perlintasan yang melibatkan sebuah taksi.
- Evakuasi korban dilakukan oleh Basarnas dan KAI dengan memotong gerbong belakang, sementara KNKT mengirim tim investigasi untuk mengumpulkan fakta penyebab kecelakaan.
- PT KAI melaporkan 14 korban meninggal dan 84 luka, menutup sementara Stasiun Bekasi Timur serta membatalkan 13 perjalanan kereta jarak jauh dengan opsi refund bagi penumpang.
Jakarta, FORTUNE - Kecelakaan kereta api terjadi antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan Commuter Line (KRL) tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04) malam.
Insiden terjadi saat kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti di jalur yang sama, memicu kepanikan dan kerusakan parah pada gerbong belakang.
Kecelakaan KRL Bekasi tersebut langsung menyita perhatian publik karena menelan banyak korban, mulai dari luka-luka hingga meninggal dunia. Jumlah korban terus bertambah seiring proses evakuasi.
Selain itu, kecelakaan ini juga berdampak pada terganggunya operasional perjalanan kereta di lintas Bekasi dan sekitarnya. Terdapat penyesuaian jadwal serta pembatalan sejumlah perjalanan.
Table of Content
KRL terhenti diduga akibat gangguan perlintasan
Kronologi kecelakaan KRL Bekasi diduga bermula dari insiden di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Sebuah taksi tertemper KRL, sehingga perjalanan kereta terganggu dan rangkaian KRL terpaksa berhenti di jalur.
Munir selaku penumpang selamat mengatakan insiden tersebut berawal saat KRL yang ditumpanginya berhenti di jalur 1. Saat itu, KRL melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang.
Dalam kondisi sedang berhenti, KRL ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek yang melintas. Akibatnya gerbong bagian belakang KRL, gerbong khusus perempuan, mengalami kerusakan.
“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai menembus gerbong paling belakang Commuter Line," lanjut Munir.
Tabrakan antar kereta tersebut menyebabkan banyak korban terhimpit di gerbong KRL. Saat terjadi hantaman, Munir mengaku berada di gerbong keempat dari belakang.
Evakuasi korban tabrakan kereta di Bekasi
Proses penanganan dan evakuasi korban oleh pihak berwajib langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. KAI fokus mengarahkan upaya evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.
Badan SAR Nasional (Basarnas) mengupayakan segala cara untuk mempercepat evakuasi korban yang masih terhimpit di gerbong KRL. Terutama gerbong perempuan yang berada di posisi belakang rangkaian KRL.
Basarnas melakukan pemotongan badan gerbong kereta untuk mengevakuasi sejumlah korban. Pihak Basarnas juga menurunkan 14 personel tambahan untuk membantu proses evakuasi.
Tim investigasi juga dikerahkan untuk mengumpulkan fakta terkait kronologi kecelakaan KRL Bekasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo, mengungkapkan tim investigasi sudah berada di lokasi sejak malam.
Jumlah korban jiwa terus bertambah
Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa berjatuhan. Jumlah korban terus bertambah seiring pembaruan data dari pihak berwenang pascakejadian.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat korban meninggal dunia mencapai 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut, seluruh korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara itu, korban luka terus menjalani perawatan intensif, dengan proses evakuasi secara hati-hati karena beberapa korban memerlukan penanganan khusus.
"Update pukul 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," ujar Bobby.
KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.
Operasional Stasiun Bekasi Timur ditutup sementara
Akibat kecelakaan kereta di Bekasi Timur, KAI menghentikan sementara operasional di Stasiun Bekasi Timur guna mendukung proses evakuasi dan penanganan di lokasi. Penutupan ini berdampak langsung pada layanan perjalanan kereta, terutama di lintas Bekasi dan sekitarnya.
KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan yang terjadi. VP Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan korban serta memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga di tengah situasi darurat.
Sebagai dampak lanjutan, KAI melakukan penyesuaian operasional dengan membatalkan sejumlah perjalanan kereta jarak jauh. Tercatat sedikitnya 13 perjalanan dibatalkan pada 28 April 2026 untuk mendukung proses evakuasi dan pemulihan jalur.
Selain itu, KAI memberlakukan kebijakan pengembalian dana (refund) 100 persen bagi pelanggan yang terdampak. Pengajuan refund dapat dilakukan melalui kanal resmi seperti loket stasiun, aplikasi, maupun Contact Center 121, dengan masa pengajuan hingga beberapa hari setelah jadwal keberangkatan.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan investigasi masih berlangsung. Pihak berwenang terus mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan gangguan sistem dan faktor human eror.
FAQ seputar kecelakaan KRL Bekasi
| Kapan kecelakaan KRL Bekasi terjadi? | Kecelakaan antar kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/04) malam. |
| Apa penyebab kecelakaan KRL Bekasi? | Berdasarkan keterangan awal para saksi, insiden tersebut terjadi akibat gangguan perlintasan. Penyebab pasti masih diselidiki oleh pihak berwajib. |
| Berapa jumlah korban akibat kecelakaan KRL Bekasi? | Jumlah korban kecelakaan kereta Bekasi dilaporkan ada 84 orang luka-luka dan 14 orang dikabarkan meninggal dunia per Selasa (28/04) pukul 08.45 WIB. |

















