Jakarta, FORTUNE – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen mengembangkan berbagai startup industri kecil menengah (IKM) berbasis teknologi. Halnini diharapkan mampu mendorong efisiensi produksi.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yenita, mengatakan bahwa sebanyak 88 IKM startup tumbuh di tahun 2022, meningkat dibandingkan tahun 2021 hanya 54 IKM startup.
“Semakin banyak IKM yang mengaplikasikan teknologi dalam proses produksinya, tentu akan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensinya, sehingga meningkatkan pendapatan dan perekonomian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/1).
Hingga Desember 2022, Ditjen IKMA telah menyelenggarakan berbagai program, seperti Indonesia Food Innovation (IFI), Startup4Industry, Bali Creative Industry Center (BCIC) dengan program Creative Business Incubator (CBI), serta Inkubator Bisnis Teknologi Alas Kaki.
