Jakarta, FORTUNE – Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini menargetkan program peremajaan sawit rakyat (PSR) menjangkau luas 200.000 hektare.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Andi Nur Alamsyah, optimistis pihaknya dapat menyelesaikan target tersebut dengan baik melalui kolaborasi dengan Kementerian Agraria Tata Ruang//Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dia pun mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kedua kementerian tersebut untuk menyederhanakan aturan yang selama ini dinilai menghambat realisasi program PSR.
“Saya yakin betul tahun ini target 180.000 hektare sampai 200.000 hektare bisa kita selesaikan dengan baik, dengan modal kolaborasi dengan baik,” kata dia dalam rapat koordinasi Kelapa Sawit Nasional, Senin (27/2).
Target PSR 180.000 hektare per tahun sejauh ini belum pernah tercapai. Pada 2017–2022, total realisasi peremajaan PSR bahkan hanya 278.000 hektare.
Padahal Kementan memperkirakan terdapat 2,8 juta hektare dari total 6,9 juta hektare kebun sawit milik rakyat yang berpotensi untuk diremajakan karena tanamannya sudah tua atau berusia di atas 25 tahun dan sehingga produktivitasnya rendah.
