Comscore Tracker
NEWS

Kemenperin: Industri Tumbuh di Luar Jawa, Pembangunan Makin Merata

Sampai 2024 pembangunan industri prioritas dikebut.

Kemenperin: Industri Tumbuh di Luar Jawa, Pembangunan Makin MerataShutterstock/Mr.Kosal

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE - Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pemerintah terus memacu pertumbuhan industri ke luar Jawa demi pembangunan dan ekonomi lebih merata. Beberapa tahun terakhir, industri di wilayah tersebut tercatat tumbuh signifikan.

“Aspek penting dari upaya membangun Indonesia dari pinggiran dalam konteks pembangunan industri manufaktur adalah aspek keadilan yang mencakup pemerataan dan inklusivitas. Langkah ini juga sesuai konsep pembangunan Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu Indonesia sentris,” kata Agus melalui keterangan resmi di Jakarta, dikutip Senin (01/11).

Berdasarkan data BPS, jumlah industri besar dan sedang (IBS) pada 2018 mencapai 5.626 unit, naik dari 4.273 unit pada 2014.  “Penambahan jumlah IBS luar Jawa ini terbilang cukup signifikan bila dibanding dengan perkembangan IBS pada periode 2009-2014,” katanya.

Gairah industri di luar Jawa juga tampak dari data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM). Pada Januari-September tahun ini, realisasi investasi di luar Jawa tumbuh 12,0 persen secara tahunan. Sedangkan, realisasi investasi di Jawa naik 3,7 persen.

Secara nominal, investasi di luar Jawa Rp340,7 triliun (atau 50,3 persen dari total investasi Rp659,4 triliun). Sementara, sebanyak Rp318,7 triliun (49,7 persen dari total) investasi mengalir ke Jawa.

Perkembangan kawasan industri

Seiring upaya menumbuhkan industri ke luar Jawa, kebijakan pengembangan kawasan industri di wilayah tersebut juga terus ditempuh. Selama tujuh tahun terakhir, delapan kawasan industri baru berhasil dibangun dan beroperasi. Itu belum termasuk empat kawasan industri yang sedang dalam tahap konstruksi, dan dua lainnya perencanaan. 

Dari sisi kinerja ekspor wilayah, sebagai misal, ekspor Sulawesi Tengah pada 2016 baru mencapai US$1,5 miliar. Namun, tahun lalu naik lima kali lipat menjadi US$7,5 miliar.

Rencana pembangunan 19 kawasan industri prioritas juga digariskan pada 2020-2024, meliputi 9 di Sumatra, 6 di Kalimantan, 1 di Madura, 2 di Sulawesi, dan Kepulauan Maluku, dan 1 di Papua. Kawasan industri itu bergerak di sektor agro, minyak dan gas (migas), logam, batu bara, dan kedirgantaraan.

Sentra IKM

Tak hanya kawasan industri, pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) juga terus dikejar ke luar Jawa. Sepanjang 2015-2019, kata Agus, 22 sentra IKM berhasil dibangun di daerah tersebut.

“Berikutnya ditambah lima Sentra IKM baru yang dibangun pada 2020. Sedangkan di tahun 2021, ditargetkan terbangun sentra baru di 26 kabupaten/kota melalui skema anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK),” katanya.

Pembangunan IKM itu juga dilakukan di tengah upaya adaptasi digitalisasi. Kemenperin sudah menginisiasi sejumlah program IKM Go Digital, salah satunya lewat e-smart IKM. Sampai tahun lalu, sebanyak 2.216 IKM telah ikut dalam program yang dilaksanakan pada 2017 tersebut.

Related Articles