Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penanaman mangrove di Kalimantan Utara melalui program M4CR. (dok. M4CR)
  • M4CR menyiapkan proyek karbon mangrove seluas 68.911 hektare di Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung, Kalimantan Utara, sebagai pilot project nasional.

  • Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Bank Dunia mengoordinasikan proyek dengan pelibatan masyarakat melalui PADIATAPA serta kerangka pembagian manfaat yang jelas.

  • Proyek masih tahap persiapan berstandar Verra; kredit karbon belum diterbitkan, dengan target VCU masuk pasar global akhir 2028 atau awal 2029.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    M4CR menyiapkan proyek karbon mangrove seluas sekitar 68.911 hektare sebagai proyek percontohan nasional untuk perlindungan ekosistem mangrove dan pengembangan manfaat ekonomi masyarakat.
  • Who?
    Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Bank Dunia, masyarakat sekitar kawasan, serta Muhammad Farid selaku PIU Manager M4CR terlibat dalam persiapan proyek.
  • Where?
    Proyek mencakup Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung di Kalimantan Utara, dengan 15.898 hektare Perhutanan Sosial serta 53.012 hektare Kawasan Ekosistem Mangrove atau Areal Penggunaan Lain.
  • When?
    Proyek saat ini masih tahap persiapan. Peluncuran resmi direncanakan pada COP31 di Turki, November 2026. Verified Carbon Unit diperkirakan tersedia pada akhir 2028 atau awal 2029.
  • Why?
    Inisiatif ini ditujukan memperkuat perlindungan mangrove, mendukung mitigasi perubahan iklim, melibatkan masyarakat melalui PADIATAPA, serta memastikan pembagian manfaat yang jelas dan berkeadilan.
  • How?
    Pengembangan mengacu pada standar Verra, melalui PADIATAPA, penyusunan pembagian manfaat, validasi dokumen, audit lapangan, serta verifikasi rehabilitasi dan konservasi oleh lembaga independen sebelum kredit karbon diterbitkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tengah menyiapkan pengembangan proyek karbon mangrove di Kalimantan Utara dengan cakupan area sekitar 68.911 hektare. Inisiatif ini merupakan pilot project nasional yang menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan ekosistem mangrove sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya. 

Proyek karbon tersebut mencakup wilayah Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung. Dari total area yang direncanakan, seluas 15.898 hektar berada di kawasan Perhutanan Sosial, sementara 53.012 hektare lainnya merupakan Kawasan Ekosistem Mangrove (KEM) atau Areal Penggunaan Lain (APL).

Pengembangan proyek dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan dukungan Bank Dunia. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting, terutama melalui proses Persetujuan atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) atau Free, Prior and Informed Consent (FPIC).

PIU Manager M4CR Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhammad Farid, menjelaskan bahwa pengembangan proyek karbon ini tidak hanya berorientasi pada nilai karbon yang dihasilkan dari ekosistem mangrove, tetapi juga perlu memastikan keterlibatan masyarakat dan kejelasan manfaat yang dapat diterima.

“Pengembangan proyek karbon mangrove perlu dibangun dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Masyarakat yang berada di sekitar kawasan harus dilibatkan sejak awal melalui proses PADIATAPA, sehingga mereka memahami rencana kegiatan, hak, serta potensi manfaat yang dapat diperoleh. Karena itu, kerangka pembagian manfaat atau benefit-sharing menjadi bagian penting dalam persiapan proyek ini,” ujar Farid.

Masih dalam tahap persiapan

Penanaman mangrove di Kalimantan Utara melalui program M4CR. (dok. M4CR)

Saat ini, proyek karbon mangrove M4CR di Kalimantan Utara masih berada dalam tahap persiapan. Pengembangannya mengacu pada standar Verra sebagai salah satu standar yang digunakan dalam pengembangan proyek karbon. Sebelum kredit karbon dapat diterbitkan, proyek perlu melalui tahapan pengembangan diantaranya, proses validasi dokumen dan audit lapangan serta verifikasi hasil aksi mitigasi berupa rehabilitasi dan konservasi oleh lembaga independen.

Dengan demikian, hingga saat ini belum ada kredit karbon dari proyek tersebut yang diterbitkan maupun diperdagangkan. Hasil Verifikasi Karbon (Verified Carbon Unit) baru dapat diperoleh dan masuk dalam pasar karbon global pada akhir tahun 2028 atau awal 2029.  Proyek karbon mangrove ini direncanakan diluncurkan secara resmi sebagai bagian dari agenda M4CR pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) di Turki pada November 2026. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi ekosistem mangrove Kalimantan Utara dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Melalui persiapan proyek ini, M4CR mendorong agar potensi karbon mangrove dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan perlindungan ekosistem, pelibatan masyarakat, serta pembagian manfaat yang jelas dan berkeadilan. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article