Jakarta, FORTUNE – Istilah FOMO (Fear Of Missing Out) atau rasa takut ketinggalan tren yang berlaku mungkin kerap Anda dengar dalam keseharian, namun tidak demikian halnya dengan fenomena FOPO atau Fear of Other People’s Opinion.
Seperti FOMO, fenomena FOPO juga berkaitan dengan rasa takut yang dialami oleh manusia. Harvard Business Review menuliskan bahwa FOPO merupakan alasan Anda merasa takut, rendah diri, atau cemas karena khawatir tentang ketidaksetujuan sosial, termasuk apapun opini orang lain tentang diri Anda.
Menurut psikolog dari Harvard, Michael Gervais, ketakutan Anda ini akan menjadi obsesi yang tidak rasional, tidak produktif, dan membahayakan potensi yang Anda miliki. Situasi ini dapat membuat Anda memilih untuk bermain ‘aman’, karena takut dikritik, ditolak, termasuk menerima opini buruk lainnya dari orang lain.
FOPO bukan fenomena baru dalam kehidupan sosial. Ketakutan untuk berpendapat yang biasanya Anda alami dalam sebuah forum pun bisa dikatakan sebagai FOPO, apalagi jika alasannya adalah takut dianggap salah, takut disebut bodoh, atau khawatir pendapat Anda ditertawakan.
Berdasarkan pengertiannya, bisa dikatakan bahwa FOPO menjadi hal bermakna negatif, karena dapat menghambat Anda menjadi diri sendiri dan membuat Anda tak bisa menjalankan kehidupan yang benar-benar Anda inginkan. Mengutip beberapa sumber, berikut ini Fortune Indonesia akan mengulas FOPO lebih dalam lagi.
