Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Mengenal FOPO dan Cara Menghadapinya
Ilustrasi ketakutan. (pixabay/ambermb)

Jakarta, FORTUNE – Istilah FOMO (Fear Of Missing Out) atau rasa takut ketinggalan tren yang berlaku mungkin kerap Anda dengar dalam keseharian, namun tidak demikian halnya dengan fenomena FOPO atau Fear of Other People’s Opinion.

Seperti FOMO, fenomena FOPO juga berkaitan dengan rasa takut yang dialami oleh manusia. Harvard Business Review menuliskan bahwa FOPO merupakan alasan Anda merasa takut, rendah diri, atau cemas karena khawatir tentang ketidaksetujuan sosial, termasuk apapun opini orang lain tentang diri Anda.

Menurut psikolog dari Harvard, Michael Gervais, ketakutan Anda ini akan menjadi obsesi yang tidak rasional, tidak produktif, dan membahayakan potensi yang Anda miliki. Situasi ini dapat  membuat Anda memilih untuk bermain ‘aman’, karena takut dikritik, ditolak, termasuk menerima opini buruk lainnya dari orang lain.

FOPO bukan fenomena baru dalam kehidupan sosial. Ketakutan untuk berpendapat yang biasanya Anda alami dalam sebuah forum pun bisa dikatakan sebagai FOPO, apalagi jika alasannya adalah takut dianggap salah, takut disebut bodoh, atau khawatir pendapat Anda ditertawakan.

Berdasarkan pengertiannya, bisa dikatakan bahwa FOPO menjadi hal bermakna negatif, karena dapat menghambat Anda menjadi diri sendiri dan membuat Anda tak bisa menjalankan kehidupan yang benar-benar Anda inginkan. Mengutip beberapa sumber, berikut ini Fortune Indonesia akan mengulas FOPO lebih dalam lagi.

<h2>Pengalaman masa kecil</h2>

Executive and Life Coach sekaligus HR Consultant bernama Shane Ram, menuliskan dalam akun LinkedIn, tentang bagaimana FOPO bisa terjadi. Menurutnya, salah satu yang banyak terjadi adalah pengalaman masa kecil yang berkaitan dengan penanaman keyakinan negatif, seperti dimarahi saat Anda berpendapat dan melakukan kesalahan.

“Makna negatif ini menimbulkan emosi yang negatif, dalam hal ini biasa disebut ketakutan,” tulisnya dalam unggahan.

Ketakutan ini pun terbawa hingga dewasa dan menjadi dasar pemikiran Anda ketika harus melakukan sesuatu. Bahkan, bisa menciptakan semacam ide irasional di benak Anda, seperti, “Saya mungkin mengatakan sesuatu yang salah dan mereka akan berpikir bahwa saya tidak pintar dan tidak kompeten; saya mungkin mengatakan sesuatu yang salah dan atasan saya akan memarahi saya; atau saya mungkin mengatakan sesuatu dan orang lain akan menertawakan,” kata Shane.

<h2>Cara mengatasi</h2>

Untuk mengatasi FOPO, yang bisa Anda lakukan adalah mengalihkan upaya defensive karena takut, ke arah positif dengan memiliki pikiran kuat untuk bisa lebih nyaman dan siap tentang apa yang orang lain katakana tentang Anda.

Berikut lima langkah untuk bisa berhenti memperhatikan pendapat orang lain:

  1. Sadari saat Anda sedang mengalami FOPO.
    Kesadaran sangat penting dan hal-hal seperti meditasi maupun kondisi mindfulness akan membantu dalam kesadaran. Jika sulit melakukannya sendiri, carilah rekan terpercaya yang bisa mendampingi, seperti mentor atau pelatih.
  2. Identifikasi apa yang Anda pikirkan.
    Sangat penting untuk jujur dan menuliskannya, karena sebenarnya ketidakrasionalan yang Anda pikirkan, bisa menghentikan Anda untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya ingin lakukan.
  3. Pertanyakan rasionalitas jalan pikiran Anda saat FOPO.
    Biasanya, 95 persen dari apa yang Anda pikirkan dalam kondisi FOPO tidak benar dan tidak rasional. Hal ini akan membuat Anda jadi lebih protektif, tertutup, dan defensif. Tahap ini adalah bagian tersulit, karena pikiran Anda akan bekerja sangat keras untuk meyakinkan diri sendiri bahwa cerita tersebut benar dan rasional.
  4. Pilihlah pemikiran yang kuat.
    Hal ini misalnya pemikiran bahwa Anda yakin dengan kemampuan diri sendiri dan bila melakukan kesalahan, maka Anda akan berkesempatan belajar untuk jadi lebih baik lagi; atau pikiran bahwa saat salah, maka Anda akan berpeluang untuk naik ke tingkat berikutnya dalam hidup; serta pemikiran bahwa kebahagiaan Anda lebih penting daripada pekerjaan yang penuh tekanan ini.
  5. Ambil tindakan.
    Cobalah untuk mencoba mengambil tindakan secara instan dalam setiap kisah hidup Anda.

Demikianlah beberapa hal yang bisa Fortune Indonesia ulas tentang FOPO, semoga bermanfaat.

Topics

Editorial Team

Related Article