Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Mengenal Slow Living, Cara Hidup Penuh Ketenangan
Ilustrasi WFA. Shutterstock/Kaspars Grinvalds

Jakarta, FORTUNE – Aktris sinetron, Lulu Tobing marak diperbincangkan usai menyatakan tidak pernah punya ambisi yang ingin dicapai dalam hidup dengan menjalani gaya hidup yang disebut slow living.

Umumnya, slow living dilakukan oleh masyarakat di kota-kota kecil dengan standar biaya hidup yang murah. Kalangan yang hidup dengan tingkat ekonomi atas juga disebut sebagai penikmat slow living. Tapi, ternyata gaya hidup ini bukan sekadar berkenaan dengan ekonomi, namun lebih kepada cara pandang atau perspektif dalam menajalani kehidupan.

Gaya hidup slow living yang disampaikan Lulu Tobing pun tetiba menjadi bahan pembicaraan para netizen di dunia maya. Lalu, seperti apakah gaya hidup slow living itu? Mengutip sejumlah sumber, berikut ulasannya. 

<p>Pengertian</p>

Mengutip laman vantage.id, slow living merupakan konsep gaya hidup dengan menonaktifkan mode ‘autopilot’ yang kerap dilakukan oleh masyarakat yang terjebak dalam kesibukan begitu padat sehari-hari.  Tujuannya, untuk berhenti dari kebiasaan hidup rutinitas yang tak lagi perlu berpikir.

Konsep ini berawal sejak 1980, yang dimulai dengan Slow Food Movement dan terus berkembang hingga saat ini. Gaya hidup ini menekankan kepada kualitas hidup yang lebih baik dari kuantitas. Hal ini berarti seseorang bisa mengambil waktu untuk menikmati kegiatan sehari-hari misalnya dengan berolahraga, makan dengan santai, atau bisa menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan teman.

Keberadaan slow living membuat orang tersadar betapa indahnya kehidupan. Orang akan dapat lebih menghargai hal-hal sederhana yang kerap terlewatkan. Tentunya, konsep slow living menjadi salah satu cara dalam mengembalikan akal sehat kepada tempat asalnya.

<p>Cara menerapkan</p>

Untuk mulai menerapkan slow living, caranya sederhana. Hal ini bisa dimulai dengan perlahan menikmati aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Salah satu cara memperlambatnya adalah dengan mengurangi kecepatan aktivitas, setidaknya 30 detik untuk tiap hal yang Anda lakukan, termasuk gerakan perpindahan dan cara bernafas.

Dengan melakukan ini secara intens, Anda dapat semakin sadar atas apapun yang dikerjakan, serta memahami apa yang tengah kita kerjakan, tanpa rasa khawatir atau terburu-buru. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menerapkan gaya hidup slow living lainnya:

  1. Meluangkan waktu di alam sebab kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental seseorang.
  2. Melatih pernapasan penuh perhatian agar dapat membantu menenangkan pikiran.
  3. Mengurangi kegiatan screen time di gawai.
  4. Menikmati momen saat makan, merasakan setiap gigitan, menikmati pengalaman saat menyantap makanan.
  5. Utamakan ritual perawatan diri termasuk olahraga, grooming, merawat kecantikan, meregangkan tubuh, menulis jurnal, atau kegiatan me time.

<p>Manfaat</p>

Beberapa manfaat yang bisa didapat, saat seseorang menjalani slow living, di antaranya: 

  1. Membuat hidup lebih mindfulness
    Anda bisa lebih tersadar dalam segala aktivitas. Dengan gaya hidup slow living, Anda bisa untuk lebih tidak terburu-buru soal karier, material, atau status sosial sekaligus. Semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran. Mindfulnes menjadi faktor penting yang harus kita penuhi untuk merasakan kebahagiaan.
  2. Aktivitas jadi lebih sedikit
    Penerapan gaya hidup ini tidak jauh berbeda dengan gaya hidup minimalis. Slow living mengarahkan hidup untuk tidak semua hal atau keinginan harus bisa dicapai sekaligus. Anda bisa melakukan hal secara perlahan atau bertahap, seperti memilih aktivitas yang lebih sedikit. Manfaatnya, dengan aktivitas yang semakin sedikit bisa fokus diri untuk melakukan aktivitas tersebut dengan sepenuh hati.
  3. Lebih bisa komitmen pada tujuan
    Semakin sedikit yang diurus maka semakin sedikit pula hal yang harus dikerjakan. Aktivitas yang sedikit malah dapat membuat hidup lebih mudah dan terfokus. Dengan menerapkan gaya hidup slow living, kita lebih mudah memegang komitmen untuk mencapai suatu tujuan karena keinginan yang tidak kebanyakan.
  4. Lebih mudah merasakan ketenangan
    Gaya hidup slow living tidak menuntut Anda melakukan segala hal dalam satu waktu, yang biasanya memicu manusia merasa tertekan yang akan rentan mengalami kelelahan. Dengan menerapkan gaya hidup ini, maka semua keinginan bisa diraih dengan senang dan penuh ketenangan.
  5. Mengisi waktu luang untuk hal yang lebih bermakna
    Gaya hidup slow living bukanlah bermalas-malasan, namun lebih mengarahkan Anda lebih menghargai dan menikmati waktu dengan sebaik-baiknya. Jadi, tidak menjalani semua aktivitas sekaligus. Memang terkesan santai, namun gaya hidup ini mengajarkan kita untuk lebih bisa memilih aktivitas yang lebih bermakna dan membuat hidup kita lebih produktif dan berkualitas.

Demikianlah ulasan tentang gaya hidup slow living. Semoga bermanfaat. 

Editorial Team

3+
EditorRiyo
EditorEkarina .

Related Article