Menkeu Purbaya menguraikan lima strategi utama yang telah dipersiapkan pemerintah kepada para investor Korea Selatan yang hadir dalam acara tersebut, di antaranya:
Akselerasi investasi
Purbaya mengajak kedua negara untuk mengakselerasi investasi melalui penguatan koordinasi lintas instansi dalam Bottlenecking Task Force. Upaya ini bertujuan untuk menyelesaikan hambatan regulasi dan operasional.
Menurutnya, pemerintah akan menjamin proses penyelesaian keluhan tersebut dan dipantau langsung oleh presiden demi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terukur.
Optimalisasi implementasi IK-CEPA
Kemitraan strategis yang kedua adalah optimalisasi implementasi Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), terutama melalui pemanfaatan fasilitas pembebasan dan penurunan tarif. Tujuannya untuk meningkatkan arus perdagangan serta integrasi rantai pasok.
Optimalisasi fasilitas EDCF
Langkah ketiga berfokus untuk memaksimalkan fasilitas Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dengan komitmen senilai 1,5 miliar dolar AS periode 2022–2026. Dana tersebut akan dialokasikan pada pembiayaan berbagai proyek infrastruktur prioritas, termasuk air bersih, sanitasi, infrastruktur TIK, dan pembangunan smart city.
Mendorong hilirisasi industri masa depan
Strategi keempat adalah mendorong hilirisasi industri masa depan serta ekosistem kendaraan listrik (EV). Purbaya juga mengajak perusahaan asal Korsel mengintegrasikan keunggulan teknologinya dengan kekayaan mineral krusial Indonesia.
Adapun Indonesia saat ini menguasai sekitar 50 persen hingga 60 persen pasokan nikel global. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan industri baterai yang terintegrasi.
Komitmen penuh dalam menjaga regulasi
Selanjutnya, pemerintah memastikan kepastian kebijakan bagi investor melalui pengelolaan fiskal yang sehat, regulasi yang kompetitif, serta komitmen nyata terhadap pertumbuhan hijau yang berkelanjutan bagi investasi jangka panjang.