Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

Purbaya: Kesepakatan Damai AS Iran Kurangi Beban Subsidi APBN

Purbaya: Kesepakatan Damai AS Iran Kurangi Beban Subsidi APBN
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (dok. Kemenkeu/Wismu Nanda Rike Renando)
Intinya Sih
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kesepakatan damai AS-Iran membuka ruang tambahan bagi APBN untuk membiayai program prioritas pemerintah setelah beban subsidi berkurang.
  • Presiden AS Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, difasilitasi Pakistan dan Qatar, dengan penandatanganan resmi dijadwalkan di Swiss pada 19 Juni 2026.
  • Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyambut positif kesepakatan tersebut sebagai langkah penting menuju perdamaian dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat akan memberikan dampak bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, hal tersebut akan membuka ruang lebih besar untuk membiayai program pemerintah.

“Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi sehingga akan jauh berkurang ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden. Jadi kita lihat seperti apa dan baru kita adjust,” ujar Purbaya di kantor DPR, Senin (15/6).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026. Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Minggu (15/6) waktu setempat.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya berperan sebagai mediator bersama Qatar, juga mengonfirmasi tercapainya kesepakatan tersebut. Menurut Sharif, kedua pihak sepakat melakukan penghentian permanen operasi militer dan akan melanjutkan pembahasan teknis sebelum implementasi penuh kesepakatan.

Penandatanganan resmi perjanjian damai dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026.

Sebelum penandatanganan, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan pendahuluan guna menyiapkan pembahasan teknis lanjutan, termasuk terkait program nuklir Iran dan implementasi butir-butir kesepakatan yang telah dicapai.

Terdapat sejumlah poin yang tercantum dalam kesepakatan tersebut, mulai dari dana rekonstruksi senilai US$300 miliar (Rp 5.328 triliun) hingga pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Pemerintah Indonesia sendiri menyambut baik tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat(AS) dan Iran. Kesepakatan itu disebut sebagai langkah positif menuju penyelesaian konflik secara damai di kawasan Timur Tengah.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia menilai kesepakatan tersebut dapat menjadi momentum penting untuk mendorong terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan.

“Indonesia menyambut baik pemberitaan mengenai tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Senin (15/6).

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria

Related Articles

See More