Jakarta, FORTUNE — Tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia kian menanjak, terutama menjelang musim mudik. Perjalanan jarak jauh yang dulu identik dengan kekhawatiran soal bahan bakar kini mulai bergeser ke isu baru: pengisian daya baterai. Seiring dengan itu, pemahaman mengenai jenis-jenis charger kendaraan listrik menjadi kunci agar perjalanan tetap lancar.
PT PLN (Persero) bersama berbagai mitra terus memperluas infrastruktur pengisian daya di Tanah Air. Namun, di balik masifnya pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), masih banyak pengguna yang belum memahami perbedaan tipe charger serta kesesuaiannya dengan kapasitas baterai kendaraan.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman,” kata dia seperti dalam keterangan resminya dikutip Selasa (17/3).
Ia menambahkan, dengan memahami jenis charging station, pengguna dapat mengoptimalkan waktu pengisian sesuai kebutuhan mobilitas, terutama saat mudik yang identik dengan perjalanan panjang.
Secara umum, terdapat empat jenis charger kendaraan listrik yang perlu diketahui pengguna:
