Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Nas Daily Datangi Indonesia dan Tuai Kecaman, Kenapa?
Kreator konten Nas Daily. (Wikimedia Common)

Jakarta, FORTUNE – Konten kreator keturunan Arab-Palestina berkewarganegaraan Israel, Nuseir Yassin atau dikenal dengan Nas Daily–di Facebook, Instagram, maupun TikTok– berkunjung ke Indonesia untuk mengabarkan banyak hal unik dan menarik. Namun, aksinya ini justru banyak mendapat kecaman. Ada apa? 

Mengawali kunjungannya, Nas membuat video kontroversial berjudul ‘The Whitest Island in Asia’ yang merujuk pada Bali sebagai salah satu destinasi wisata wisatawan asing berkulit putih. “Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Sepertinya setiap turis Barat di dunia datang untuk tinggal di Bali,” ujar Nas dalam konten video yang dibuatnya.

Melansir Coconut (10/2), video ini sepintas terlihat positif, namun Nas menyebutkan empat alasan kenapa banyak wisatawan asing menyukai untuk tinggal di Bali. Pertama adalah alam yang indah, keramahan penduduknya, harga yang murah, dan skuter–atau motor matic. Banyak komentar menyebutkan bahwa klip video ini menunjukkan kedatangan orang asing yang mengeksploitasi penduduk setempat demi pendapatan pariwisata.

Salah satu pengusaha asal Bali yang juga aktivis di media sosial, Ni Luh Djelantik, menegur keras video yang diunggah Nas Daily, karena dinilai menyebar informasi menyesatkan. Menurutnya, Bali memang hidup dari pariwisata namun, siapapun wisatawan asing yang datang tetap harus menghormati budaya dan aturan setempat.

“Bagi mereka yang menganggap Bali sebagai tempat yang memberi mereka rumah, kemudian berpikir bahwa mereka dapat melakukan hal-hal yang tidak bermoral, merendahkan budaya, dan tradisi kami, di atas pemikiran bahwa mereka layak mencari nafkah di sini, maka aturan berlaku,” tulis Ni Luh di unggahan Istagramnya.

Kewarganegaraan Israel

Salah satu adegan video Nas Daily tentang Bali. (Akun IG Nas Daily)

Sementara itu, kecaman lain datang karena kewarganegaraannya. Pasalnya, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, sehingga warga Israel tidak dapat begitu saja masuk ke Indonesia seperti warga negara lainnya. Apalagi, Nas dikenal sebagai figur yang cenderung pro-Israel dalam konten-kontennya.

Juru bicara Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia, Achmad Nur Saleh, mengatakan Nas masuk ke Indonesia dengan menggunakan paspor Saint Kitts dan Nevis. “Tahun 2018, permohonan visa Indonesianya memang ditolak karena ada dokumen yang tidak sesuai dengan tujuan kunjungannya,” katanya.

Dalam video TikTok yang diunggahnya pada Oktober 2022, Yassin mengatakan berhasil memasuki Malaysia setelah sebelumnya ditolak masuk, menggunakan paspor Saint Kitts dan Nevis yang diperolehnya seharga US$150.000 atau sekitar Rp2,27 miliar.

Menparekraf di Nas Summit Jakarta

Pertemuan Menteri Sandiaga Uno dengan Nas Daily. (Akun IG Sandiaga Uno)

Nas Daily juga menyelenggarakan Nas Summit, acara yang diadakan untuk mempertemukan kreator konten, artis media sosial, Youtuber dan sebagainya, 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Sahuddin Uno, turut serta menjadi pemateri dalam acara Nas Summit Jakarta yang diadakan di Hotel Langham Jakarta, Sabtu (11/2).

“Kami mengapresiasi kehadiran Nas, dan banyak dari kami (peserta summit) akan belajar banyak dari Nas Summit,” katanya saat berbicara di Nas Summit.

Sandiaga berharap Nas Daily bisa mendukung pariwisata di Indonesia dan meningkatkan sektor ekonomi kreatif di Tanah Air. “Semoga membawa dampak ekonomi dan juga lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM,” katanya di akun Instagram.

“Terima kasih sudah menerima saya, pertemuan yang luar biasa, dan negara yang hebat,” kata Nas menanggapi apresiasi dari Menteri Sandiaga.

Editorial Team

Related Article