Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Negara dengan Spam Call Terbanyak, Indonesia Nomor Pertama
ilustrasi panggilan masuk (pexels.com/cottonbro studio)
  • Indonesia mencatat persentase panggilan tidak diinginkan tertinggi di Asia Pasifik, mencapai 89 persen.

  • Pengguna seluler Indonesia rata-rata menerima 16 panggilan spam per bulan.

  • Hiya menemukan 25 persen dari 8.455 panggilan berrekaman memadai memakai suara AI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Indonesia menempati peringkat pertama dalam daftar negara dengan tingkat spam call tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan Global Call Threat Report Q1 2025 dari Hiya yang dikutip Seasia Stats, sebanyak 89 persen panggilan yang diterima pengguna di Indonesia berasal dari nomor tidak dikenal.

Hong Kong menyusul di posisi kedua dengan persentase 70 persen, diikuti Filipina sebesar 55 persen. Tingginya angka tersebut menunjukkan besarnya paparan pengguna terhadap panggilan yang tidak diinginkan dan berpotensi penipuan.

Daftar negara dengan spam call terbanyak versi Hiya

Global Call Threat Report Q1 2025 menganalisis tren panggilan tidak diinginkan di lebih dari 40 negara melalui Voice Security Network milik Hiya. Sepanjang kuartal pertama 2025, sistem tersebut mengidentifikasi sekitar 12,5 miliar panggilan yang diduga spam, meningkat dari 11,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 137 juta panggilan spam per hari. Hiya membagi spam call menjadi dua kategori, yakni panggilan mengganggu (nuisance call) dan panggilan penipuan (fraud call).

Dari seluruh panggilan yang dianalisis, sebanyak 24 persen tergolong panggilan mengganggu dan 9 persen merupakan panggilan penipuan. Sisanya, 67 persen, masuk kategori panggilan lainnya.

Berikut daftar 10 negara dengan persentase panggilan tidak diinginkan tertinggi menurut Hiya pada kuartal pertama 2025:

  1. Indonesia – 89 persen

  2. Hong Kong – 70 persen

  3. Filipina – 55 persen

  4. Singapura – 34 persen

  5. Malaysia – 31 persen

  6. Australia – 30 persen

  7. Turki – 19 persen

  8. Thailand – 19 persen

  9. India – 16 persen

  10. Selandia Baru – 7 persen

Pengguna di Indonesia menerima 16 panggilan spam per bulan

Pengguna seluler di Indonesia rata-rata menerima 16 panggilan tidak diinginkan setiap bulan. Berdasarkan frekuensi tersebut, Indonesia menempati urutan kedua dalam jumlah panggilan spam bulanan per pengguna.

Dari total panggilan yang teridentifikasi, sekitar 44 persen tergolong panggilan penipuan, sedangkan 45 persen merupakan panggilan mengganggu. Angka ini menunjukkan hampir separuh panggilan yang masuk berpotensi berkaitan dengan aktivitas penipuan.

Tingginya tingkat panggilan spam juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi. Nomor telepon yang tersebar atau disalahgunakan dapat meningkatkan risiko pengguna menjadi sasaran penipuan.

Tingkat spam call di negara Asia Pasifik

Selain Indonesia, Hong Kong mencatat tingkat panggilan tidak diinginkan yang tinggi dengan rata-rata 21 panggilan per pengguna setiap bulan. Jumlah tersebut bahkan melampaui rata-rata bulanan di Indonesia.

Sementara itu, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand mencatat persentase panggilan spam berkisar 19–55 persen. Pengguna di negara-negara tersebut rata-rata menerima sekitar tiga hingga empat panggilan tidak diinginkan setiap bulan.

Di kawasan Oseania, Australia mencatat tingkat panggilan spam sebesar 30 persen dengan rata-rata lima panggilan per pengguna setiap bulan. Sebaliknya, Selandia Baru memiliki persentase terendah dalam daftar, yakni 7 persen atau sekitar satu panggilan per bulan.

Modus penipuan lewat telepon kini memanfaatkan AI

Hiya juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam modus penipuan melalui telepon. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku meniru suara seseorang agar percakapan terdengar lebih meyakinkan.

Dari 8.455 panggilan dengan rekaman suara yang memadai untuk dianalisis, sekitar 25 persen teridentifikasi menggunakan suara yang dihasilkan AI. Sebanyak 55 persen dari panggilan berbasis AI tersebut terindikasi berkaitan dengan penipuan.

Temuan ini menunjukkan ancaman penipuan melalui telepon semakin kompleks seiring perkembangan teknologi. Pengguna perlu lebih berhati-hati saat menerima panggilan dari nomor tidak dikenal, terutama jika penelepon meminta informasi pribadi, kode OTP, atau data keuangan.

FAQ seputar negara dengan spam call terbanyak

Di mana negara dengan spam call terbanyak?

Indonesia menjadi negara dengan spam terbanyak, dengan tingkat panggilan mencapai 89 persen sepanjang Q1 2025.

Kenapa Indonesia sangat rentan terhadap spam call?

Ada beberapa faktor utama seperti maraknya kebocoran data pribadi hingga ketergantungan digital.

Apakah spam call berbahaya?

Ya. Panggilan spam berpotensi menyebabkan kerugian finansial dan pencurian data pribadi.

Bagaimana cara memblokir panggilan spam?

Pengguna bisa memblokir panggilan spam melalui pengaturan bawaan di perangkat Android maupun iPhone.

Curated For You

Editorial Team

Related Article