Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Mau Pakai Cuan BUMN untuk Akuisisi Perusahaan Terbaik Dunia
Warga menyaksikan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 melalui layar televisi di salah satu kios di Jakarta, Jumat (14/8). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
  • Presiden Prabowo berencana memakai keuntungan BUMN untuk mengakuisisi perusahaan global demi mengakses teknologi, IP, manajemen, pasar, dan pengalaman yang memperkuat ekonomi Indonesia.
  • Strategi akuisisi dikaitkan dengan percepatan hilirisasi dan penguatan hulu, termasuk peluang memperoleh teknologi kloning ternak untuk meningkatkan produksi daging nasional.
  • Laba BUMN 2025 disebut mencapai Rp326 triliun setelah koreksi, sementara dividen diproyeksikan Rp200 triliun pada 2026; dana juga mendukung 26 proyek hilirisasi melalui Danantara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pemerintah menggunakan keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mengakuisisi perusahaan-perusahaan terbaik di dunia. Tujuannya adalah mendapatkan teknologi, intellectual property (IP), manajemen, pasar, hingga pengalaman yang dapat memperkuat perekonomian Indonesia.

Prabowo menyampaikan rencana tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

"Keuntungan BUMN juga sekarang kita gunakan untuk mempercepat upaya downstreaming kita dengan juga upstreaming," kata Prabowo.

Menurutnya, strategi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat hilirisasi sekaligus memperkuat sisi hulu. Dengan mengakuisisi perusahaan yang memiliki keunggulan teknologi dan pengalaman, Indonesia diharapkan tidak hanya mengandalkan pengolahan sumber daya di dalam negeri, tetapi juga mampu menguasai teknologi dan pasar.

Ia mencontohkan sektor peternakan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan jumlah sapi lebih banyak demi mendongkrak produksi daging. Akuisisi perusahaan dengan teknologi relevan, kata Prabowo, dapat membuka akses terhadap teknologi kloning untuk memperbanyak ternak.

Cuan BUMN masih didorong ke Hilirisasi

Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin (kiri) berjalan menuju ruangan saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Selain rencana akuisisi perusahaan global, Prabowo mengatakan keuntungan BUMN saat ini telah digunakan untuk mempercepat proyek hilirisasi.

Melalui Danantara, pemerintah telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.

Proyek-proyek tersebut antara lain pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pengolahan alumina menjadi aluminium. Pemerintah juga mulai menjalankan proyek waste to energy.

Prabowo menyebut proyek-proyek tersebut berpotensi menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja.

"Keuntungan BUMN sekarang digunakan untuk mempercepat upaya hilirisasi kita," kata dia.

Laba BUMN tembus Rp326 Triliun

Prabowo menyampaikan rencana pemanfaatan keuntungan BUMN setelah memaparkan peningkatan kinerja perusahaan negara.

Pemerintah telah mengoreksi laporan keuntungan sejumlah BUMN untuk memastikan angka yang digunakan mencerminkan kondisi sebenarnya.

"Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat walaupun kadang-kadang pahit," ujar Prabowo.

Setelah koreksi, laba BUMN pada 2024 disebut mencapai Rp186 triliun.

Pada 2025, angka tersebut meningkat menjadi Rp326 triliun atau naik 75,3 persen.

"Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka," kata Prabowo.

Sejalan dengan kenaikan laba, dividen BUMN yang disetorkan kepada negara pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dibandingkan dengan 2024.

Jika memperhitungkan pengurangan Penanaman Modal Negara (PMN), dividen bersih BUMN pada 2024 mencapai Rp53 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp138 triliun pada 2025 atau naik 160 persen.

Untuk 2026, Prabowo memproyeksikan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun tanpa PMN. Dengan demikian, dibandingkan dividen bersih setelah PMN pada 2024 yang sebesar Rp53 triliun, angka tersebut setara dengan peningkatan hampir empat kali lipat.

"Ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article