Jakarta, FORTUNE – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia sebagai pelaksana kerja sama perdagangan listrik lintas batas (cross-border electricity trade) dengan Singapura. Penugasan tersebut menjadi salah satu hasil utama pertemuan tahunan Leaders' Retreat Indonesia–Singapura yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7).
Prabowo mengatakan kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan kedua negara. Di sektor energi, Indonesia dan Singapura sepakat memperluas kolaborasi, termasuk dalam perdagangan listrik, ekonomi digital, hingga ketahanan pangan.
"Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, juga untuk kegiatan-kegiatan di bidang perdagangan dan selanjutnya," kata Prabowo dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong usai Leaders' Retreat Indonesia–Singapura yang disiarkan secara virtual, Senin (6/7).
Menurut Prabowo, kesepakatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperdalam hubungan ekonomi kedua negara yang selama ini telah menjadi mitra strategis di kawasan.
"Kerja sama ekonomi kita tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kita. Di semua bidang kita melihat peningkatan kerja sama dan produktivitas di hampir semua sektor," ujarnya.
Selain perdagangan listrik, kedua negara juga menyepakati penguatan kerja sama di bidang energi, ekonomi digital, ekosistem digital, keamanan siber pemerintahan (government cyber), serta penguatan rantai pasok pangan.
"Kita telah melakukan diskusi dan mencapai capaian-capaian yang cukup konkret. Kita bersepakat untuk terus berkolaborasi juga di bidang pangan dan rantai pasok," kata Prabowo.
