Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan rencana pemerintah yang akan menempatkan sebagian keuntungan Danantara ke APBN. Rencana tersebut menjadi salah satu opsi kontribusi Danantara terhadap APBN 2027.
Keuntungan tersebut akan difungsikan sebagai cadangan kas negara.
“Ada ide presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah. Nanti kita tentukan bentuknya kedepan. Sebagian tahun ini juga sudah ada,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (12/8).
Ketika ditanya lebih lanjut, Purbaya mengatakan bahwa arahan presiden Prabowo tersebut ditargetkan dapat berlaku tahun ini, meski mekanismenya masih dibahas bersama Danantara.
"Nanti kita lakukan secara bertahap. Masih disusulkan dengan daerah antara. Tahun ini udah mulai," ujarnya.
Purbaya memastikan bahwa kebijakan tersebut dilakukan bukan karena kondisi fiskal yang sedang tertekan. Ia menyebut bahwa pemerintah masih memiliki dana sekitar Rp400 triliun yang diletakkan di perbankan.
“Tadi katanya mau suruh ngurangin utang. Begitu ada alat untuk ngurangin utang ribut. Misalnya saya lihat, enggak, uang saya masih banyak tuh di bank ada 400 triliun sekarang,” kata Menteri Keuangan.
Sementara itu, pemanfaatan sebagian keuntungan Danantara dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pendapatan pemerintah agar mendorong anggaran dapat lebih berkesinambungan. Selain itu, pemanfaatan keuntungan Danantara juga berpotensi membantu mengurangi utang.
“Segala cara kita manfaatkan termasuk pendapatan dari Danantara,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga mendapat laporan bahwa pendapatan Danantara meningkat sekitar 400 persen dalam satu tahun operasional. Ia mengatakan bahwa angka tersebut masih perlu diperiksa lebih lanjut.
Saat ini, Danantara memiliki total aset BUMN mencapai sekitar US$1.000 miliar atau setara Rp17.800 triliun. Danantara juga ditargetkan menghasilkan keuntungan minimal Rp800 triliun per tahun ke kas negara.
