Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Purbaya Evaluasi Dampak Perdagangan Bebas demi Target Pertumbuhan Ekonomi 6%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dok Kemenkeu
  • Menteri Keuangan Purbaya meminta evaluasi dampak FTA untuk memetakan industri terdampak, sektor yang masih prospektif, serta bentuk intervensi pemerintah.
  • Mulai September 2026, Kementerian Keuangan akan menggali potensi ekonomi dari perdagangan bebas guna mendorong pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen pada akhir 2026.
  • Pemerintah menyoroti peluang investasi pusat data dan energi terbarukan, termasuk panas bumi bagi tekstil serta alas kaki agar ekspor ke Eropa lebih kompetitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kementerian Keuangan akan mengevaluasi dampak perjanjian perdagangan bebas terhadap industri dalam negeri serta memetakan sektor yang dapat diselamatkan, dikembangkan, atau diberi dukungan.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Kementerian Keuangan melakukan evaluasi. PT Geo Dipa Energi disebut berpeluang mendukung pasokan energi panas bumi bagi kawasan industri.
  • Where?
    Evaluasi menyasar industri dalam negeri Indonesia, termasuk peluang ekspor ke pasar Eropa. Jakarta menjadi lokasi penyampaian keterangan Purbaya.
  • When?
    Purbaya menyampaikan arahan dalam keterangan resmi pada Kamis, 21 Agustus. Perubahan pendekatan Kementerian Keuangan direncanakan mulai September 2026, dengan target pertumbuhan minimal 6 persen pada akhir 2026.
  • Why?
    Langkah ini ditujukan untuk mengenali sektor yang terdampak pembukaan pasar, menemukan sektor baru berprospek tinggi, memperkuat ekspor dan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
  • How?
    Kementerian Keuangan akan menganalisis pilihan membiarkan, mempertahankan, atau melindungi industri terdampak; mengembangkan pusat data; serta memanfaatkan energi terbarukan dan panas bumi untuk meningkatkan daya saing produk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Kementerian Keuangan mengevaluasi dampak perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) terhadap industri dalam negeri. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memetakan sektor yang masih memiliki peluang untuk diselamatkan dan dikembangkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi 6 persen.

Purbaya mengatakan pemerintah tidak cukup hanya melihat dampak negatif dari perdagangan bebas terhadap industri nasional. Pemerintah perlu menentukan sektor mana yang masih memiliki prospek pertumbuhan serta bentuk intervensi yang dapat diberikan.

“Analisis yang masih bisa diselamatkan, untuk dua pilihan terakhir langkah kita apa, Kemenkeu bisa apa, itu yang saya butuhkan,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Kamis (21/8).

Menkeu menambahkan bahwa mulai September 2026 mendatang pendekatan Kementerian Keuangan akan diarahkan untuk menggali berbagai potensi ekonomi, termasuk peluang yang muncul dari perjanjian perdagangan bebas.

“Jadi bulan September ke depan kita rubah approach Kemenkeu dari potensi ekonomi termasuk free trade agar pertumbuhan ekonomi bisa laju kencang minimal di 6 persen di akhir 2026,” katanya.

Purbaya menjelaskan pemerintah perlu memetakan berpotensi melemah ketika pasar dibuka. Setidaknya terdapat tiga pilihan bagi industri yang terdampak, yakni membiarkan industri tersebut mati, mempertahankannya tanpa intervensi besar, atau memberikan perlindungan dan dukungan agar kembali tumbuh.

Selain industri yang telah terdampak, Purbaya meminta pemerintah mengidentifikasi sektor baru yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi meski belum menjadi kekuatan utama Indonesia.

Salah satu sektor yang disorot adalah pusat data (data center). Menurut Purbaya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik investasi pusat data, tetapi pemerintah perlu memastikan ketersediaan energi untuk mendukung perkembangan industri tersebut.

Purbaya juga melihat peluang dari kerja sama perdagangan Indonesia dengan Eropa, khususnya untuk produk yang menggunakan energi baru terbarukan. Menurut Purbaya, pemanfaatan energi terbarukan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa.

Ia mencontohkan industri tekstil dan alas kaki yang berpotensi memperoleh manfaat dari penggunaan energi terbarukan dalam proses produksinya. Pemerintah bahkan membuka peluang memperkuat investasi energi panas bumi melalui PT Geo Dipa Energi untuk memasok kebutuhan energi kawasan industri.

“Saya kan punya Geo Dipa, saya bisa drill lebih banyak geotermal, saya invest di situ untuk memberi energi ke suatu pusat industri tekstil atau industri tekstil yang sudah ada, sehingga dia bisa ekspor ke Eropa dengan lebih kompetitif,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, Purbaya menilai perdagangan bebas tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman bagi industri dalam negeri. Perjanjian perdagangan bebas juga dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang investasi, meningkatkan daya saing industri, memperkuat ekspor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article