Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Purbaya Sebut Penyempitan Sasaran Berpotensi Hemat Anggaran MBG
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dok Fortune Indonesia
  • Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penyempitan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengecualikan anak dari keluarga mampu berpotensi menghemat anggaran negara.
  • Anggaran MBG mengalami revisi signifikan, dari Rp335 triliun menjadi Rp229 triliun, seiring rencana efisiensi dan penyesuaian penerima manfaat berdasarkan kelompok ekonomi.
  • Purbaya menunggu konsolidasi Badan Gizi Nasional di bawah pimpinan baru Sudaryono sebelum membahas detail teknis dan data penerima MBG dari desil 8 hingga 10.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa terdapat potensi penghematan anggaran apabila terdapat pengecualian anak dari keluarga mampu sebagai penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purbaya menjelaskan ia belum mengetahui secara rinci skema penyempitan sasaran tersebut karena seluruh aspek teknis berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional (MBG).

“Kalau ada orang kaya suka sekolah-sekolah yang bagus-bagus, mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, yaudah,” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (23/7).

Menurutnya, apabila terdapat sekolah yang tidak bersedia mengikuti program MBG, kondisi tersebut dapat berdampak pada kebutuhan anggaran.

“Pasti ada kurang kalau gitu dengan penghematan lah, bukan potongan. Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti,” ujarnya.

Ia juga belum dapat memastikan besaran efisiensi anggaran MBG. Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengatakan bahwa akan terdapat pemangkasan anggaran sebesar Rp40 triliun.

Pagu anggaran direvisi dari mulanya Rp335 triliun, menjadi Rp268 triliun, dan kini menjadi Rp229 triliun.

Ketika dikonfirmasi apakah sudah menerima data jumlah siswa dari kelompok desil 8 hingga 10 yang tidak lagi menjadi penerima MBG, Purbaya mengaku belum memperoleh informasi tersebut.

Purbaya juga mengatakan berencana bertemu dengan Kepala BGN yang baru, Sudaryono, setelah proses konsolidasi di internal lembaga tersebut selesai.

"Ketuanya ganti. Kita biarkan konsolidasi dulu. Ini kan masih konsolidasi. Tadinya minggu ini, tapi kan ketuanya ganti. Ada, tapi kan dia masih konsolidasi. Biar tenang dulu," katanya.

Sebelumnya, muncul pembahasan agar penerima manfaat di desil 8, 9, 10 atau kalangan kaya, tidak lagi menerima MBG. Presiden Prabowo Subianto juga disebut menginstruksikan agar MBG diberikan kepada penerima manfaat di desil bawah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article