Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan menyeleksi secara ketat usulan tambahan anggaran dari kementerian dan lembaga (K/L) dalam pembahasan APBN 2027. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga defisit anggaran tetap berada dalam target yang telah ditetapkan.
Purbaya mengatakan total usulan tambahan anggaran dari K/L mencapai sekitar Rp984 triliun. Namun, pemerintah tidak akan serta-merta menyetujui seluruh permintaan tersebut. "Kita lihat mana yang pantas, mana yang tidak. Kita kan ada target defisitnya berapa. Selama defisit dipenuhi ya sudah," kata Purbaya, dikutip Jumat (3/7).
Purbaya menegaskan pemerintah masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Meski demikian, ia memastikan tidak seluruh usulan K/L akan dikabulkan. "Mungkin kita lihat nanti. Yang pasti tidak semuanya akan dipenuhi," katanya.
Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengatakan bahwa usulan penambahan anggaran kementerian/lembaga sebesar Rp984 triliun dari pagu anggaran yang dirancang untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp1.389,94 triliun.
“Usulan tambahannya Rp984 triliun,” ujar Said dalam Rapat Kerja dengan Pemerintah dalam Rangka Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2027 dan RKP Tahun 2027 di DPR, Senin (29/6).
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pagu belanja kementerian dan lembaga (K/L) dalam APBN 2026 sebesar Rp1.157,77 triliun. Pada tahun 2026, anggaran terbesar disalurkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sekitar Rp217,8 triliun. Untuk tahun anggaran 2027, BGN mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp270 triliun untuk program MBG bagi 81,5 juta jiwa.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan yang memperoleh anggaran terbesar kedua usai BGN pada 2026 yakni Rp167,4 triliun, kini mengusulkan penambahan anggaran untuk rencana program kerja 2027 sebesar Rp195 triliun sehingga total anggaran tahun 2027 menjadi Rp334 triliun, dari pagu yang ditetapkan Rp139 triliun.
Lebih lanjut, Kepolisian Negara Republik Indonesia yang menjadi K/L ketiga dengan anggaran terbesar 2026. Polri mendapat pagu indikatif untuk anggaran Rp118 triliun dan mengajukan tambahan anggaran 2027 sebesar Rp66,1 triliun.
