Jakarta, FORTUNE – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tidak akan dibubarkan. Dia beralasan kinerja DJBC saat ini menunjukkan perkembangan baik, khususnya dalam memperketat pengawasan terhadap peredaran barang ilegal dan penindakan praktik penyelundupan.
Penegasan ini dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto mengancam untuk mengganti institusi Bea Cukai jika kinerjanya tidak menunjukkan perbaikan dalam jangka waktu satu tahun. Dalam hematnya, perbaikan Bea Cukai tidak terlepas dari kualitas kepemimpinan serta integritas jajaran DJBC dalam menjalankan tugas.
Dia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7).
"Progres kinerja Bea Cukai sudah sangat baik. Jajaran pimpinannya saat ini relatif baik. Kita bisa lihat di pasar-pasar, barang selundupan sudah berkurang banyak. Pada masa lalu, truk pembawa barang ilegal masih bisa melintas dengan bebas," ujar Purbaya.
Dia menjelaskan pengawasan terhadap lalu lintas barang ilegal kini makin diperketat. Berdasarkan laporan yang diterima secara berkala dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai, setiap truk yang diduga membawa barang ilegal tidak lagi dibiarkan melintas, melainkan ditahan terlebih dahulu untuk diperiksa lebih lanjut.
"Pengawasan di bandara juga semakin diperketat," jelas Purbaya.
Langkah tersebut mencerminkan perubahan signifikan dalam sistem pengawasan DJBC.
Dalam beberapa kesempatan, kata Purbaya, Presiden Prabowo Subianto telah mengapresiasi perbaikan signifikan yang terjadi pada tubuh DJBC.
"Dengan perkembangan ini, keberadaan Bea Cukai kemungkinan besar akan tetap dipertahankan," Kata Purbaya.
Selanjutnya, dia percaya perbaikan tata kelola dan penguatan pengawasan yang terus dilakukan menjadi modal penting meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus memberantas peredaran barang ilegal dan praktik penyelundupan secara berkelanjutan.
