Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Harga Plastik Melonjak Drastis, Purbaya Klaim Masih Terkendali

Harga Plastik Melonjak Drastis, Purbaya Klaim Masih Terkendali
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (7/4). Dok Fortune Indonesia
Intinya Sih
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kenaikan harga plastik masih terkendali dan pemerintah akan menganalisis sumber inflasi sebelum mengambil kebijakan pengetatan ekonomi.
  • Purbaya menjelaskan perbedaan antara inflasi akibat permintaan tinggi dan inflasi akibat kenaikan biaya, serta menekankan pentingnya respons kebijakan yang sesuai dengan penyebabnya.
  • Kenaikan harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku dari Timur Tengah, sehingga pemerintah mulai mencari alternatif pasokan baru dari Afrika, India, dan Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ikut menyoroti masalah kenaikan harga plastik yang terjadi belakangan ini. Namun, ia menilai lonjakan harga plastik tersebut masih dalam kondisi terkendali.

“Tapi secara umum sih masih terkendali. Yang penting gini kalau misalnya sebagai regulator atau policy maker itu inflasinya karena demand pull atau bukan” ujarnya di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (7/4).

Menkeu menjelaskan, terdapat dua jenis inflasi, yakni inflasi akibat permintaan tinggi (demand pull inflation) dan inflasi akibat kenaikan biaya (cost push inflation).

Jika inflasi disebabkan oleh lonjakan permintaan atau pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat, maka diperlukan kebijakan untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi.

“Kalau itu yang terjadi, maka kita harus perlambat pertumbuhan ekonomi, mungkin dari bank sentral yang jalan duluan baru kebijakan fiskal menyesuaikan,” ujarnya.

Sebaliknya, jika inflasi dipicu oleh kenaikan biaya produksi atau bahan baku, maka kebijakan pengetatan moneter dinilai tidak selalu efektif.

“Kalau cost push, kebijakan bank sentral nggak terlalu efektif. Fiskal juga kita akan pikir-pikir karena kalau saya perlambat ekonomi juga harganya tidak turun karena emang cost-nya naik,” katanya.

Purbaya mengatakan, pemerintah tidak akan gegabah dalam merespons kenaikan harga dengan langsung mengetatkan kebijakan, melainkan akan terlebih dahulu mengidentifikasi sumber tekanan inflasi tersebut.

“Kita tidak bisa langsung bilang harga naik lalu suku bunga dinaikkan atau ekonomi diperlambat. Harus dilihat dulu sumbernya,” kata Menkeu.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga dan menjaga kewaspadaan di tengah dinamika ekonomi global.

Sumber Pasokan Baru

Harga plastik terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah mengonfirmasi lonjakan ini dipicu gangguan pasokan bahan baku global yang berkaitan dengan konflik geopolitik di Timur Tengah. Wilayah Timur Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama bahan baku plastik, khususnya nafta yang merupakan turunan dari minyak bumi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa bahan baku utama plastik, yakni nafta, masih bergantung pada impor dari kawasan tersebut. Akibat konflik yang terjadi di wilayah tersebut, aktivitas distribusi bahan baku menjadi terganggu.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan bahan baku plastik ini, pemerintah mulai mencari sumber pasokan baru untuk menekan ketergantungan terhadap Timur Tengah. Negara-negara seperti Afrika, India, dan AS menjadi opsi alternatif.

“Apa yang demikian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya Afrika, India dan Amerika,” ujar Budi, dikutip Rabu (8/4).

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in News

See More