Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Transaksi Mata Uang Lokal di Perdagangan Internasional Setara US$8,45 M

Transaksi Mata Uang Lokal di Perdagangan Internasional Setara US$8,45 M
ilustrasi koin rupiah, Bank Indonesia (vecteezy.com/Elha Wulansari)
Intinya Sih
  • Nilai transaksi mata uang lokal untuk perdagangan internasional mencapai US$8,45 miliar per Februari 2026, naik signifikan dari US$3,21 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Peningkatan ini didorong oleh lonjakan jumlah pengguna hingga 14.621 dan partisipasi BUMN sekitar 10–19 persen dari total transaksi LCT.
  • Pemerintah dan Bank Indonesia memperluas kerja sama dengan enam negara mitra serta menyederhanakan fasilitas bisnis guna memperkuat penggunaan mata uang lokal dan ketahanan ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) untuk perdagangan internasional mencatatkan pertumbuhan, dengan nilai sebesar US$8,45 miliar atau setara Rp145,52 triliun per Februari 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$3,21 miliar.

“Pertumbuhan ini juga didukung peningkatan jumlah pengguna yang mencapai 14.621 pada Februari 2026, dengan rata-rata 16.030 pengguna per bulan, jauh di atas rata-rata bulanan tahun 2025 sebesar 9.720 pengguna,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, dikutip Senin (13/4).

Saat ini, partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai sekitar 10 persen sampai 19 persen dari total Transaksi Mata Uang Lokal.

“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,” kata Ferry.

Kerangka LCT Indonesia sejak diluncurkan pada 2018 dan telah diimplementasikan dengan enam mitra utama yakni Malaysia, Thailand, Jepang, Cina, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab pada 2025. Pemanfaatannya telah meluas pada berbagai sektor utama, termasuk manufaktur, listrik dan gas, transportasi, perdagangan, dan jasa.

Ferry mengatakan, kerja sama ini diperkuat melalui perluasan dan peningkatan pengaturan bilateral yang mencerminkan kemajuan signifikan guna memperdalam kerja sama keuangan regional dan mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas.

Pemerintah juga berkomitmen menyediakan fasilitas, intensif, dan proses yang disederhanakan bagi pelaku bisnis, guna meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya transaksi, dan memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional.

Dalam praktiknya, LCT memungkinkan transaksi lintas batas diselesaikan langsung dalam mata uang lokal tanpa bergantung pada mata uang utama seperti Dolar AS. Implementasi LCT didukung tiga komponen utama yakni fleksibilitas Foreign Exchange Administration (FEA), Mekanisme Pengawasan dan Pemantauan, serta Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More