Selain mengoptimalkan penerimaan pajak, pemerintah berencana mengalokasikan sebagian keuntungan BPI Danantara ke APBN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana tersebut merupakan ide Presiden Prabowo Subianto untuk menambah cadangan pemerintah sekaligus membantu mengurangi utang.
“Ada ide presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah, sehingga itu bisa ngurangin utang kita juga,” ujar Purbaya.
Rencana tersebut muncul setelah pola pengelolaan dividen BUMN berubah. Sejak perubahan UU BUMN pada 2025, dividen BUMN yang sebelumnya masuk langsung ke APBN sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dialihkan ke Danantara untuk dikelola.
Purbaya mengatakan pengalihan sebagian keuntungan Danantara ke APBN ditargetkan mulai dilakukan secara bertahap pada 2026. Namun, pemerintah masih membahas mekanisme dan pos anggaran yang akan menampung dana tersebut bersama Danantara.
“Sebagian tahun ini juga sudah ada. Tetapi nanti kami lihat petunjuk Bapak Presiden,” tuturnya.
Menurut Purbaya, pemanfaatan keuntungan Danantara merupakan bagian dari upaya meningkatkan penerimaan sekaligus menjaga kesinambungan APBN.
“Jadi kita meningkatkan efisiensi pendapatan kita, dan ingin membuat anggaran kita ke depan semakin berkesinambungan. Segala cara kita manfaatkan termasuk pendapatan dari Danantara,” kata Purbaya.
Berapa utang pemerintah hingga Juni 2026? | Utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun hingga akhir Juni 2026. |
Berapa rasio utang pemerintah terhadap PDB? | Rasio utang pemerintah tercatat 41,26 persen terhadap PDB. |
Apa komponen terbesar utang pemerintah? | SBN menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp8.966,79 triliun. |
Bagaimana strategi pemerintah mengelola utang? | Pemerintah akan membatasi defisit dan meningkatkan efektivitas pengumpulan pajak serta mengoptimalkan penerimaan dari Danantara. |