Bali, FORTUNE – V2 Indonesia meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui inovasi LED videotron yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menentukan penayangan iklan berdasarkan kondisi cuaca, waktu, dan kepadatan lalu lintas.
Teknologi tersebut diterapkan pada layar videotron di Mal Bali Galeria, Bali. Penghargaan rekor MURI diserahkan pada 9 Oktober 2026, dengan kategori “LED Videotron Pertama di Indonesia dengan Integrasi Penuh AI Terlatih”.
Berbeda dari videotron konvensional yang menayangkan iklan berdasarkan jadwal tetap, sistem yang dikembangkan V2 Indonesia dapat memilih konten berdasarkan kondisi lingkungan terkini. Sistem ini menggabungkan data cuaca, waktu, dan lalu lintas dengan model kecerdasan buatan berbasis large language model (LLM).
CEO V2 Indonesia Rudi Hidayat mengatakan, perkembangan industri digital out-of-home (DOOH) atau media iklan luar ruang digital perlu diarahkan pada kemampuan teknologi dalam memahami konteks, bukan semata-mata ukuran layar.
“Sudah saatnya persaingan DOOH LED Videotron beralih dari ukuran terbesar menuju kecerdasan terbaik. Masa depan ditentukan oleh seberapa pintar DOOH memahami konteks, belajar, dan beradaptasi untuk menghadirkan konten yang relevan serta mendorong pertumbuhan bisnis,” ujar Rudi dalam siaran pers (13/10).
Sistem videotron tersebut mengenali delapan kondisi, termasuk pagi, siang, cuaca panas, matahari terbenam, malam, hujan, serta kemacetan, termasuk ketika terjadi hujan.
Berdasarkan kondisi itu, sistem dapat memilih materi iklan yang dinilai relevan. Misalnya, iklan minuman dingin dapat diprioritaskan saat cuaca panas, sedangkan promosi layanan pesan-antar makanan dapat ditayangkan ketika hujan. Saat terjadi kemacetan, layar juga dapat menampilkan pesan kontekstual seperti “Sabar ya, Denpasar”.
Data cuaca diperbarui setiap lima menit, sedangkan informasi lalu lintas diperbarui secara berkala. Pergantian konten dilakukan pada batas antarklip agar tayangan tidak terpotong. Sistem juga memiliki jeda pergantian untuk mencegah perubahan konten yang terlalu cepat.
Integrasi AI tidak hanya digunakan untuk menentukan iklan yang ditayangkan. Sistem tersebut juga mendukung pembuatan halaman promosi melalui agen AI dan pengukuran respons audiens melalui pemindaian kode QR.
Setiap iklan dapat dilengkapi kode QR yang mengarahkan audiens ke halaman promosi. Respons pemindaian kemudian dicatat dan dianalisis, termasuk dengan membandingkannya terhadap kelompok pembanding, untuk membantu mengevaluasi efektivitas iklan dalam kondisi tertentu.
Pendekatan ini memungkinkan pengiklan mengevaluasi hubungan antara situasi penayangan dan respons audiens berdasarkan data yang terkumpul.
